Monday, 22 October 2018

Pengojek Rangkap Salesman Bini Sendiri Ikut “Dijual” Juga

Sabtu, 6 Januari 2018 — 5:30 WIB
ragu

SALWITO, 25, memang punya bakat jadi salesman. Ketika hasil mengojek tak lagi menggembirakan, dia manfaatkan bakat alamnya. Istri sendiri, Yayuk, 22, dijual lewat jaringan online. Tapi sial, baru jalan beberapa minggu, sudah tercium polisi. Salwito dan istri ditangkap saat hendak transaksi di hotel.

Hidup di kota besar harus ulet. Jika pekerja kantoran tak dapat kesempatan, harus pandai bermain di sektor informal. Misalnya dagang, terima jasa antar jemput alias jadi pengojek, atau jadi calo apa kek. Kini yang ngetren kan jadi pengojek online, maka meski sudah sarjana S-1, harus taruh itu ijazah, dan mulailah jadi pengojek berbasis online.

Salwito salah satu warga Surabaya yang nasibnya terpinggirkan, lantaran cita-citanya jadi pekerja kantoran tak juga kunjung didapat. Karena sudah beristri dan harus makan, dia nekad menjadi pengojek online, suatu profesi yang tak pernah dibayangkan sebelumnya. Dengan modal HP canggih dan sepeda motor kreditan, mulailah dia mencari pasar atau konsumen.

Tapi lama-lama menjadi pengojek online tak lagi menjanjikan. Di samping banyak saingan, juga dimusuhi pengojek pangkalan. Akhirnya Salwito harus banting stir, mencari lahan perburuan rezeki yang baru. Dia tiba-tiba ingat bisnis online kalangan artis, yang menawarkan kencan lewat jagad maya. “Istriku kan cantik, bisa kali ya dipasarkan?” kata batin Salwito.

Awalnya Yayuk menolak, tapi karena butuh makan akhirnya bersedia juga. Salwito lalu main FB dengan akun palsu bernama Naila Puspita. Karana tarifnya murah meriah, sejumlah pelanggan pun masuk. Dengan Rp 200.000,- sampai Rp 300.000,- sekali kencan, sudah berhasil memanjakan syahwatnya. Bahkan kadang, Salwito siap pula melayani “three in one”.

Lama-lama bisnis seks online Salwito tercium polisi. Lalu ada laki-laki boking istrinya untuk “three in one” di sebuah hotel Surabaya. Begitu konsumen datang, mereka masuk ke kamar hotel. Tapi ternyata tamu itu petugas polisi yang menyamar. Kaco! Salwito bukan dapat duit, malah digelandang ke Poltabes Surabaya.

Istri kok dijual, dianggap komoditas non migas kali. (JPNN/Gunarso TS)