Saturday, 20 January 2018

Istri Meninggalkan Rumah Dibikin Meninggalkan Dunia

Minggu, 7 Januari 2018 — 6:42 WIB
cemburu

MASIH muda sudah bludregan, itulah Romli, 25, warga Indragiri Hulu (Riau). Hanya istri tinggalkan rumah tanpa pamit, sudah menuduh selingkuh. Emi, 25, tidak terima dan terjadilah keributan. Tapi Romli malah jadi mata gelap. Ambil pisau dapur ke rumah dan langsung ditusukkan ke dada bini. Ya tewaslah!

Punya bini cantik bawaannya cemburu melulu. Istri dekat dengan seorang lelaki, dianggap ancaman. Maunya istri didekemi dan dikurung saja di rumah, biar tak diganggu lelaki lain. Sebagai makhluk sosial, ya mana bisa. Istri kan juga ingin bergaul dengan lingkungan dan sesamanya. Yang penting jangan sampai digauli orang. Begitu saja!

Romli warga Lirik, Indragiri Hulu (Inhu), termasuk lelaki paling pencemburu se Provinsi Riau. Dia selalu takut istrinya yang cantik itu direbut orang. Soalnya, hanya karena jodoh saja Emi mau dipersunting Romli yang wajahnya sangat standar. Orang bilang seperti gagak gondol telur. Soalnya Romli item, sedangkan Emi putih bersih, mirip kupasan singkong.

Orang di lingkungannya setengah tak percaya Romli berhasil membuat Emi bertekuk lutut dan berbuka paha untuknya. Jangan-jangan main guna-guna, pakai ajian Semar Mesem macam Babeh di Tangerang yang sodomi 25 anak. Jika tidak, mana mungkin. Begitu banyak cowok yang naksir Emi, semua mental. Tapi Romli yang lewat jalur independen, tanpa gunakan isyu SARA, satu putaran langsung menang.

Sayangnya, Romli ini cemburuan dan emosian. Jadi rasa cemburu dikolaborasi dengan emosi, ya makin menjadi. Bawaannya marah melulu. Istri aktif kegiatan ibu-ibu di lingkunganya, tidak suka. Bini ikut arisan sana sini, juga tidak senang. “Sana ikut arisan tingkat Asean sekalian!” kata Romli saking kesalnya.

Yang bener saja, masak Asean ngurusi ibu-ibu arisan? Setoran hanya Rp 50.000,- diikuti ibu-ibu 10 negara. Kapan nariknya? Maka Emi membiarkan saja celoteh suaminya itu. Anggap saja suaminya kebanyakan makan micin dan kurang piknik. Tingkah polahnya sudah kekanak-kanakan, jangan-jangan memang Anak Alay yang suka komentar nyeleneh di medsos.

Saking aktifnya kegiatan di luar, suatu saat Emi pergi seharian tanpa pamit suami. Nah, ini jadi masalah besar bagi Romli. Dia mencurigai bahwa istrinya punya PIL. Dia mencoba membentuk tim, untuk menyelidiki. Tapi anggarannya dari mana? Romli kan tak punya APBD, biaya operasional juga tak punya. Akhirnya tim mata-mata itu bekerja sekenanya. Artinya, tak ditemukan bukti cukup bahwa Emi punya PIL sebagaimana tuduhan suami.

Tapi ternyata kepergian Emi yang berlarut-larut seharian jadi sering. Romli pun marah dan langsung menuduh Emi punya lelaki simpanan. Tentu saja Emi tidak terima, sehingga ribut. Sampai kemudian muncul kata menyakitkan, “Sudahlah, kita cerai saja, seakan kita tak pernah kenal.”

Nah, Romli pun emosi. Tetangga mencoba melerai yang sedang bertikai, tapi nadanya membela Emi. Nah, makin sewot sajalah Romli. Diam-diam dia ambil pisau dapur dan langsung ditusukkan ke perut dan dada istri. Tak menduga sekejam itu suaminya, Emi tak sempat mengelak. Dia tumbang dan tewas. Tetangga berusaha melarikan ke rumah sakit, tapi tak tertolong jiwanya.

Romli juga perlu diperiksa kesehatan jiwanya. (JPNN/Gunarso TS)