Monday, 22 October 2018

Nekat Memakai Obat Kuat Justru Nyawanya Tak Kuat

Senin, 8 Januari 2018 — 6:08 WIB
joss

UNTUK memuaskan rekanan mesumnya, Wagino, 53, sengaja pakai obat kuat Raja Madu. Celakanya, di medan pertempuran justru tidak kuat nyawawanya, sehingga tewas di atas perut. Yang kasihan Ny. Sumiati, 44, teman kencannya. Rahasinya selama ini bakal ketahuan suami dan tetangga. Malulah awak!

Berulangkali dibahas di sini bahwa kecantikan istri tetangga itu tak ubahnya ikan hias di akuarium. Kita hanya boleh menikmati lenggang-lenggoknya itu ikan di antara ganggeng dan plankton. Itu ikan hanya untuk konsumsi mata, sama sekali tidak boleh digoreng. Padahal jika kepepet, “digoreng” rasanya lezat dan kaya akan vitamin juga.

Wagino warga Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan, adalah salah satu lelaki yang termasuk jadi pengamat bini tetangga. Jika pengamat politik dapat duit ketika diwawancarai di TV, dia harus keluar duit untuk bujuk rayunya pada bini tetangga tersebut

Ny. Sumiati yang tinggal beda RT satu RW di kampungnya, adalah “ikan hias” yang hanya boleh dilihat, karena kecantikannya. Meski sebetulnya Wagino ada minat, tak boleh berujung ke urusan syahwat. Tapi tiba-tiba setan datang dan ngompori bahwa ikan hias itu enak juga digoreng. “Jadi sekali waktu boleh menikmati sensasi menggoreng ikan hias,” kata setan mengiming-iming, persis tokoh parpol merayu tokoh darerah mau diusung jadi Cagub.

Terus terang, setiap melihat penampilan Ny. Sumiati, ukuran celana Wagino langsung berubah dari L ke XL, ukuran jumbo. Dia membayangkan bagaimana asyiknya makan bersama gorengan ikan hias. Nasinya pakai beras anyar nan pulen raja lele apa mentik, wooo……mertua sendiri juga takkan ditawari.

Sesuai petunjuk bapak setan, atau bapak setan memberi petunjuk, Wagino mulai mencoba mendekati ikan hias dalam akuarium itu. Sekali dua kali Sumiati tak merespon, tapi lama-lama nyangkut juga. Mulailah keduanya suka WA-nan dan ujung-ujungnya ajakan kencan. Ternyata Sumiati tak keberatan. “Wah, di mana harus menggoreng ikan hias tetangga itu?

Maka Sumiati berhasil dibawa ke hotel. Mungkin kalah awu, Wagino selalu KO duluan saat bertanding. Padahal ibaratnya orang main bulutangkis, maunya Sumiati itu selalu dapat smash-smash tajam menukik. Yang diperoleh dari Wagino, hanya back hand melulu. “Ah payah sampeyan, kayak ayam kampung.” Ledek Sumiati.

Malu sekali Wagino diledek WIL yang tetangga sendiri itu. Maka untuk menebus kekalahan selama ini, dia lalu membeli pil kuat merk Raja Madu. Lain hari Sumiati diajak kencan lagi di sebuah hotel seperti biasanya. Begitu masuk kamar, Wagino yang sudah minum obat kuat itu langsung “menggoreng” ikan hias tetangga dengan gegap gempita.

Ternyata efek Raja Madu terlalu keras untuk jantung Wagino. Dia mendadak terkulai di atas perut Sumiati. Dicoba dibangunkan sudah tak ada respon. Bingunglah wanita itu. Ketika tak lama kemudian jadi urusan polisi, dia hanya menundukkan muka dan minta bisa segera pulang. Padahal pulang pun, justru akan tambah malu di mata suami dan anak-anak. Karena ternyata dia selama ini suka mesum dengan tetangga sendiri.

Nggoreng ikannya sampai gosong, kegedean apinya ngkali. (JPNN/Gunarso TS)