Saturday, 20 July 2019

Pilkada Kota Bekasi, PDIP Bakal Pilih Kader Lain

Senin, 8 Januari 2018 — 10:21 WIB
pdi-p1-294x300

BEKASI (Pos Kota)-PDI Perjuangan Kota Bekasi nyaris dipastikan tidak mengusung kader internal dalam Pilkada Kota Bekasi 2018. Pemilik 12 kursi di DPRD, partai banteng moncong putih itu justru lebih memilih mendukung Tri Adhianto, birokrat yang sekarang sudah bersalin baju menjadi kader Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Bekasi.

Dibuktikan dengan kepemilikan Kartu Tanda Anggota (KTA) nomor 1002.0005688.030170.1.17 partai untuk menjadi calon wakil Rahmat Effendi (petahana) dari Golkar.

Nama Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto lantas disebut-sebut `dibalik` keputusan kontroversi tersebut. “Pak Hasto sudah tidak benar jika memberikan dukungan kepada Tri Adihanto, birokrat yang sudah ber-KTA PAN untuk berpasangan dengan Rahmat Effendi Pilkada Kota Bekasi,” ujar Kader Senior yang pernah menjabat sebagai Koordinator Kecamatan PDI Perjuangan di tahun 1997 atau era awal partai terbentuk, Uyun Saeful Yunus, dalam siaran presnya.

“Sebagai seorang Sekjen partai Pak Hasto sudah tidak wajar dalam keputusan ini. Dan ini jelas membuat kecewa seluruh kader partai,” sambung Uyun.

Sebagai partai pemenang Pileg 2014, menurut Uyun, semestinya partai bisa mencalonkan kadernya sendiri. Sebab, ia yakin betul PDI Perjuangan bisa menang melawan petahana.

“Saya yakin sekali kok, kalau partai bisa menang melawan petahana dengan potensi soliditas kader dan basis massa partai,” kata dia.

Uyun mengatakan, keputusan memberikan rekomendasi ke orang luar partai, jelas bukan watak dari PDI Perjuangan. Artinya kata dia, PDI Perjuangan sudah menyimpang jauh.

“Di mana watak kerakyatannya? PDI Perjuangan ini partai wong cilik, bukan partai pemburu kekuasaan. Sudah seharusnya PDI Perjuangan menurunkan kader-kadernya dalam setiap hajatan politik. Karena kader terbaik partai pastilah mereka yang punya jiwa kerakyatan yang tau apa maunya rakyat,” jelasnya.

Apalagi, kata dia, Tri Adhianto adalah anak buah Rahmat Effendi, yang selama ini terlibat aktif menjalankan kebijakan tentang pembangunan sebagai kepala Dinas Bina Marga dan Tata Air di bawah kendali Rahmat Effendi.

Yang mana menurut Uyun, banyak kebijakan pembangunan di Kota Bekasi yang kurang berpihak kepada wong cilik.

“Lihat penggusuran di Kota Bekasi, apakah itu memihak wong cilik. Di sana Tri Adhianto berperan menjalankan kebijakan bosnya,” kecam Uyun.
Uyun berharap, kebijakan partai masih bisa dievaluasi dan ditarik kembali. Jelang pendaftaran, ia meminta agar PDI Perjuangan tetap mengusung kader sendiri. Apalagi, PDI Perjuangan memiliki banyak kader potensial.

“Jalankan saja mekanisme yang ada. Kita sudah buka penjaringan. Ya ambil saja figur yang sudah ikut penjaringan. Ambil figur yang memang diingkan rakyat dan kader,” tutupnya.

(saban/sir)