Saturday, 21 July 2018

51 Jaksa Nakal Kena Sanksi Selama 2017

Selasa, 9 Januari 2018 — 18:01 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA (Pos Kota) – Kejaksaan Agung mengenakan sanksi berat kepada 51 orang jaksa dan 55 orang staf usaha sepanjang 2017.

“Mereka terbukti melanggar kode etik dan pedoman perilaku jaksa, ” kata Jaksa Agung M. Prasetyo dalam laporan Capaian Kinerja Kejagung 2017, di Sasana Pradhana, Kejagung, Selasa (9/1).

Jaksa dan staf tata usaha yang dijatuhi hukuman berat terkait dengan perilaku tercela, mulai permainan perkara dan berbagai perilaku menyimpang lainnya.

Prasetyo menjelaskan dari jumlah tersebut sebanyak dua jaksa dan delapan orang tata usaha diberhentikan dengan hormat atas permintaan sendiri. Lalu, lima orang jaksa dan 16 orang staf tata usaha diberhentikan tidak dengan hormat sebagai PNS.

“Secara keseluruhan, selain sanksi berat, telah diberikan pula sanksi ringan kepada 61 orang jaksa dan 18 orang tata usaha, sanksi sedang kepada 95 oranf jaksa dan 29 orang staf tata usaha. ”

LAPORAN MASYARAKAT

Prasetyo menjelaskan pula laporan terpadu (Lapdu) yamg masuk sisa Desember 2016 sebanyak 369 Lapdu, masuk Januari – Desember 2017 sebanyak 925.

Penyelesaian, terbukti adalah sebanyak 195 Lapdu dan tidak terbukti 440 Lapdu dan dilimpahkan ke bidang teknis adalah 156 Lapdu.

“Sedangkan laporan menarik perhatian masyarakat, adalah Parlin Purba Kasi III Asintel Bengkulu), Edy Soemarno (Asintel Kejati Bengkulu kini Kejagung),

Eko Susilo (Deputi Informasi Hukum dan Kerjasama Bakamla dan Rudy Indra Prasetya (Kajari Pamekasan).

Jaksa, tengah dalam proses hukum di KPK, karena dugaan dugaan suap dan atau menerima gfatifikasi dalam penanganan perkara. (ahi)