Sunday, 27 May 2018

Panglima Tani Moeldoko Soroti Kesejahteraan Petani dan Lahan Pertanian

Selasa, 9 Januari 2018 — 22:54 WIB
Jenderal TNI (Purn) Moeldoko. (dok. biro media)

Jenderal TNI (Purn) Moeldoko. (dok. biro media)

JAKARTA (Pos Kota) – Kemajuan pertanian dan kesejahteraan petani perlu dievaluasi. Beberapa hal yang perlu disoroti adalah kesejahteraan petani, permasalahan lahan, dan rantai pasok produk pertanian.

Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) menyoroti rendahnya kesejahteraan petani tentunya akan berimplikasi terhadap banyak hal, salah satunya krisis regenerasi petani. Padahal, dalam beberapa tahun ke depan Indonesia akan mengalami bonus demografi.

Ketua Umum HKTI Jenderal TNI (Purn) Moeldoko menilai, sudah saatnya untuk mempersiapkan sumberdaya dalam pembangunan petani. Pembangunan tidak hanya bisa diselesaikan di atas kertas, dan mereduksi hal di lapangan dan ini memang bukan hal yang mudah.

“Isu yang penting untuk diperhatikan terkait kondisi pertanian Indonesia saat ini untuk kedepannya yaitu SDM, pengembangan kawasan perdesaan, lahan, kemudian reforma agraria” ujar Moeldoko di kantor DPN HKTI, Jl Cokroaminoto 55-57, Jakarta Pusat, Selasa (9/1).

Mantan Panglima TNI ini menambahkan, untuk menuju kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani, lahan merupakan hal yang paling mendasar. Ada empat hal yang dibahas dalam hubungannya dengan lahan yaitu tata kuasa, tata kelola, tata niaga dan distribusi, dan terakhir tata produksi.

“Banyak program untuk pengentasan kemiskinan, kedaulatan, sebenarnya kalau ditarik semua kaitannya dengan reforma agraria dan tanah. Lahan pertanian yang dikonversi peruntukannya ke hal lain salah satunya,” ujar pria yang akrab disapa Panglima Tani saat ini.

Moeldoko mendorong konsolidasi lahan pertanian guna meningkatkan kesejahteraan petani di dalam negeri. Sebab kepemilikan lahan oleh petani dalam negeri terhitung masih kecil dan kurang produktif.

Dia menjelaskan, dalam penciptaan lahan konsolidasi pertanian rakyat, diperlukan pemberian sertifikat strata title versi pertanian yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap komoditas pertanian.

“Sektor pertanian memegang andil penting dalam perekonomian suatu negara, selain sebagai penghasil devisa negara juga berkontribusi dalam ketahanan dan kedaulatan pangan,” cetusnya.

Selain itu, lanjut Moeldoko, pembangunan pertanian memang tidak pernah terlepas dari salah satu upaya meningkatkan kesejahteraan petani. Oleh karena itu, SDM yang menggantungkan hidup di sektor pertanian harus dipedulikan dan dijaga.

“Kalau kita sepakat jika sektor pertanian ini adalah ruang ekonomi rakyat, maka perlu dipahami agar SDM-nya perlu diperhatikan. Pertanian harus tetap menjadi ruang ekonomi rakyat” kata Moeldoko. (prihandoko)