Monday, 22 October 2018

Suka Nggambleh di Medsos Tak Berkutik Dilabrak Bini

Selasa, 9 Januari 2018 — 7:10 WIB
ngatain

SEJAK ada WA di HP canggih, Darminto, 35, suka “lambe nggambleh” (nyinyir) di media sosial. Sampai-sampai istri sendiri, Ny. Wahyanti, 32, dijelek-jelekkan di WA. Ketika ada yang mengadu, bini Darminto ini naik pitam. Suami habis dimaki-maki, “Gaji kecil pengin istri tampil cantik. Ngaca dong!”

Semenjak HP smartphone bisa untuk nge-WA, kini orang lebih sibuk dengan HP masing-masing. Meski dulu berdampingan, tak ada dialog. Keduanya sibuk berselancar di jagad maya, tak peduli akan lingkungan sekitarnya. HP menjadikan mayarakat jadi egois, tak peduli kanan kiri. Tapi kata para praktisinya, main WA memang sangat mengasyikkan.

Darminto warga Malang, juga penggemar medsos. Tak hanya membuka-buka, tapi juga ikut komentar ini itu. Orang Jawa bilang, itu “lambe nggambleh”, dan kawula muda sekarang menyebut: nyinyir. Apapun dikomentari. Bahkan paling konyol, ketemu ada saja diunggah ke medsos. Potret dengan pejabat penting juga diunggah ke medsos.

Celakanya, Darminto jika sedang “lambe nggambleh” sering keterusan. Masalah yang sangat pribadi juga diumbar di medsos. Sampai suatu ketika menulis status, “Biniku di rumah jadi gembrot, kerjanya makan tidur, tak sempat berhias. Padahal dibelanja Rp 1 juta sebulan kan bisa beli make up juga.”

Lalu ada rekanan WA yang mengadukan hal itu pada Wahyanti. Orang itu kebetulan memang sahabat lama. Dia ikut tidak terima sohibnya dijelek-jelekkan suami. Katanya jelek dan gembrot, nyatanya hampir setiap malam juga minta jatah. “Kasih tahy itu suamimu Mbak. Masak istri sendiri dijelek-jelekin di medsos.”

Wahyanti sebetulnya termasuk gadis cantik. Tapi kerena punya suami yang bergaji standar UMP, dia tak bisa menyisakan uang untuk beli alat-alat make up. Akhirnya Wahyanti tampil apa adanya, habis uang belanja Rp 1 juta sebulan mau dapat apa? “Mau ya begini, nggak mau ya nggak usah begituan.” Kata Wahyanti kesal.

Ee, lha kok kekurangan bini malah diumbar di medsos, sehingga teman-teman Darminto jadi tahu seperti apa bininya sekarang. Kasihan juga mereka, tapi tak bisa apa-apa. Salah Wahyanti sendiri, kenapa dulu mau dipersunting Darminto yang sesungguhnya hanya modal tit…….eh burung ding! Sebab ada pihak yang bilang, itu kata porno. Padahal itu sudah diperhalus dari bahasa aslinya.

Tapi ketika dirinya dijelek-jelekkan di medsos, Wahyanti marah juga. “Ngarani kok waton nyata (menuduh kok asal sesuai fakta).” Kata Wahyanti. Suaminya pun lalu dipanggil pulang, untuk diklarifikasi akan ucapannya. Sengaja atau slip tanguo belaka.

Begitu Darminto pulang, langsung dikuliahi. Ngasih uang belanja Rp 1 juta sebulan kok mau istri tampil cantik. Jaman sekarang duit satu juta dapat apa? Biar cukup, ya terpaksa meniru lagu Bandar Jakarta milik Maladi. “Awan mbayung, sore kangkung!” Wahyanti pun mengancam, jika tak menghentikan “lambe nggambleh”-nya lewat medsos, mendingan gugat cerai ke Pengadilan Agama saja.

Darminto pun tak berkutik, mengakui kesalahannya. Dia minta ampun dan berjanji untuk tidak mengulangi lagi, yakni nyinyir di medsos.

Mestinya dihukum tulis “saya berjanji takkan lambe nggambeh di medsos” penuh satu buku tulis. (JPNN/Gunarso TS)