Friday, 27 April 2018

Ingin Bebas dari Istri ke-3 Penagih pun Dikorbankan

Rabu, 10 Januari 2018 — 6:40 WIB
sayacuma

MUNGKIN Sasmito, 50, lelaki paling licik se Kodya Surakarta. Hobinya ganti-ganti istri terkendala pada istri ketiga, karena menolak diceraikan. Maka rekayasa pun digelar, oknum polisi yang menagih utang, difitnah sebagai pelaku zina. Dan karena alasan ini, muluslah Sasmito menceraikan istri ketiganya.

Lelaki mata keranjang, kelakuannya betul-betul seperti ayam jago. Jika melihat barang mulus, ingin mengawini jika tak mau disebut menyetubuhi. Tapi hukum adat, hukum agama dan hukum negara selalu mengaturnya, sehingga orang tak bisa bebas merdeka memanjakan syahwatnya. Nah ketika aturan itu tak bisa ditembus, mulailah lelaki pemuja syahwat menghalalkan segala cara.

Sasmito warga Banjarsari, Solo, termasuk lelaki doyan kawin dan nikah. Ganti istri seperti baju saja, kapan suka langsung ganti. Dia sih enak gonta-ganti pasangan. Tapi perempuan yang jadi korban, dia hanya direken seperti ayam babon. Habis dikawini ditinggal kabur untuk mengawini babon yang lain lagi.

Dengan Nunik, 40, istrinya yang sekarang, adalah merupakan bini ketiga. Tak diketahui jelas, bini ketika dalam arti dipakai serentak, ataukah karena gonta-ganti pasangan sesuai seleranya. Yang pasti, istri ketiganya ini seorang pengusaha, sehingga dia tak terlalu mengandalkan nafkah lahir suami. “Bagi saya, nafkah batin Mas Sasmito sudah cukuplah,” begitu kata Nunik.

Tapi meski mengawini Nunik hanya modal tit….eh burung ding, Sasmito tetap tidak tahu diri. Ketika dia melihat barang baru yang lebih mulus bebas dempul, ingin mengawini pula. Sayangnya, Nunik tidak mau dimadu, tapi diceraikan juga tidak mau. Alasan Nunik sekaligus menasihati suami, kita sudah tua, seyogyanya mencari pahala, bukan berburu paha melulu.

Tapi bagi Sasmito paha-paha baru itu selalu diperlukan, karena menambah gairah hidupnya. Baginya, hidup dengan satu istri yang itu-itu melulu, bakal terjebak pada kejenuhan. Maka perlu adanya penyegaran sewaktu-waktu. Ganti bini, atau berbini sampai 4 toh agama yang dianutnya mengizinkan, sepanjang ada kemamnpuan.

Karena Nunik tak mau diceraikan, Sasmito lalu memutar otak, bagaimana harus bebas dari istri ketiganya. Tiba-tiba dia menemukan fakta baru bahwa istrinya belakangan suka ditagih orang, nagihnya pun sembarang waktu, kadang malam hari. Benar-benar seperti debt kolektor saja laiknya. “Nah, ini harus bisa saya manfaatkan,” kata batin Sasmito.

Kebetulan juru tagih tersebut oknum polisi, sehingga dengan status hamba wet tersebut dia pantas saja datang sembarang waktu. Maka Sasmito menjalin kerjasama dengan tetangganya, kapan bisa menangkap oknum polisi itu, dengan sasaran tembak akhir yang sebetulnya istri sendiri.

Nah, belum lama ini oknum polisi itu datang tengah malam sekitar pukul 22.00. Sesuai dengan pesan Sasmito, langsung diadakan penggerebekan. Meski tak ada bukti keduanya berbuat, dan oknum polisi itu juga menjelaskan kedatangannya murni menagih, warga dan terutama Sasmito tetap tidak percaya. Kasus itu terus berlanjut.

Tak diketahui jelas kelanjutan oknum polisi juru tagih itu. Tapi yang pasti, dengan alasan “perzinaan” Sasmito berhasil dengan mulus menceraikan Nunik, dan dia bisa menikahi gebedan barunya. Senyuman bagi Sasmito, tangisan bagi Nunik.

Sasmito yang mrenges, istri barunya yang mringis dan ssss ssss….. (Gunarso TS)