Tuesday, 24 April 2018

Masukan Novanto ke RS, Dokter dan Pengacara Tersangka

Rabu, 10 Januari 2018 — 21:37 WIB
Wakil Ketua KPK, Basaria Pandjaitan didampingi Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengumumkan penetapan tersangka terhadap eks pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi dan bekas dokter Setya Novanto di RS Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo, di Gedung KPK (julian)

Wakil Ketua KPK, Basaria Pandjaitan didampingi Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengumumkan penetapan tersangka terhadap eks pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi dan bekas dokter Setya Novanto di RS Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo, di Gedung KPK (julian)

JAKARTA (Pos Kota) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan mantan pengacara Setya Novanto (Setnov), Fredrich Yunadi sebagai tersangka karena diduga menghalang-halangi penyidikan KPK terhadap Setnov. KPK juga menetapkan dokter di Rumah Sakit Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo sebagai tersangka dengan alasan sama, diduga menghalangi-halangi penyidikan.

Wakil Ketua KPK, Basaria Pandjaitan mengatakan, penyidik telah menemukan bukti permulaan yang cukup untuk menjerat Fredrich dan Bimanesh. Keduanya diduga sengaja melakukan tindak pidana mencegah, merintangi, dan menggagalkan penyidikan korupsi e-KTP terhadap Novanto.

“KPK meningkatkan status penanganan perkara dua tersangka, yaitu FY (Fredrich Yunadi) dan BST. FY pengacara dan BST dokter,” kata Basaria, di Gedung KPK, Rabu (10/1/2018).

FY dan BST menjadi tersangka karena diduga bekerjasama memasukkan SN ke salah satu RS untuk rawat dengan data medis dimanipulasi untuk menghindari penyidik KPK ke SN.

Upaya tersebut, kata Basaria, dilakukan Fredrich dan Bimanesh pada Rabu (15/11/2017). Padahal Novanto dijadwalkan diperiksa sebagai tersangka. “Tapi SN gak datang dan kirim surat gak bisa hadir,” ujar Basaria.(julian/us)