Monday, 24 September 2018

Dalami Kasus Reklamasi Teluk Jakarta, Polda Metro Akan Panggil Ulang Pejabat DKI

Kamis, 11 Januari 2018 — 17:32 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono (yendhi)

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono (yendhi)

JAKARTA (Pos Kota) – Dalami kasus dugaan korupsi proyek reklamasi Teluk Jakarta, penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menjadwal ulang pemeriksaan Kepala Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan Pemprov DKI Jakarta, Benni Agus Candra.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, Benni akan dimintai keterangan sebagai saksi dalam kasus tersebut. Meski begitu, ia belum mendapat informasi dari penyidik kapan Benni akan kembali dimintai keterangan.

Pemanggilan ini merupakan kali kedua setelah sebelumnya pada Selasa, 9 Januari 2018 lalu telah dimintai keterangan. “Nanti kita agendakan ulang,” kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Kamis (11/1/2018).

Saat panggilan pertama, tambah Argo, Benni telah memberi keterangan namun ada beberapa hal yang perlu dikonfirmasi ulang termasuk beberapa dokumen yang belum dibawa. “Kita tanyakan berkaitan dengan pengkajian, kemudian juga apakah ada dokumen pengkajian tentunya masih kita tanyakan karena yang bersangkutan tidak membawa,” tandas dia.

Kasus ini mencuat sejak terjadinya polemik tentang mega proyek reklamasi di tengah masyarakat. Atas dasar hal itu, sejak September 2017 polisi melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan bukti-bukti termasuk meminta data dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dan Kementerian Koordinator Kemaritiman.

Setelah menemukan bukti kuat adanya dugaan praktik korupsi dan melalui gelar perkara penyidik menaikkan status reklamasi dari penyelidikan ketahap penyidikan meski hingga saat ini belum menetapkan tersangka.

Polisi menduga ada pelanggaran ketika penetapan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) Pulau C dan D pada Reklamasi Teluk Jakarta. Diduga, penetapan NJOP pada pulau reklamasi itu tidak wajar. NJOP di pulau reklamasi C dan D diketahui hanya sebesar Rp3,1 juta per meter. (yendhi/yp)