Wednesday, 24 October 2018

Kawin Cerai, Seimbang?

Kamis, 11 Januari 2018 — 5:38 WIB
cerai

KAWIN cerai adalah pertistiwa yang tiada hentinya. Setiap waktu, kalau mau melongok ke KUA berapa yang mau menikah bulan ini, o pastinya banyak. Apalagi pada musim menikah, atau ketika ada hari dan tanggal sakti dan unik pastinya petugas sangat kerepotan. “ Jam delapan pagi sudah mulai sampai pukul empat sore masih ada yang menikah,” kata petugas.

Itu yang menikah, yang bakalan menjalin rumah tangga. Dengan sumpah setia, ingin menjadi rumah tangganya kedepan, sakinah, mawadah, warohmah. Punya keturunan yang baik, punya rezeki yang baik, saling cinta mencintai, rukun dan damai. Itu harapan mereka.

Lalu bagaimana apakah banyak juga yang pisah? Nggak usah ditanya, lihat saja di pengadilan negeri dan pengadilan agama. Mengapa mereka pisah, padahal pada awalnya, seperti diungkap di atas, kepingin menjalin hidup rukun. Kalau pisah kan berarti nggak rukun? Ya, begitulah.
Keretakan rumah tangga sampai dibawa ke pengadilan perceraian memang satu kasus yang luar biasa. Artinya rumah tangganya itu tak mampu untuk diperbaiki. Kalau retak sangat sulit untuk merekat lagi, kalau putus sulit untuk disambung lagi.

Apa sih sebab musabab rumah tangga sampai retak? O, banyak masalah. Yang utama, bagi orang kecil, pastinya soal ekonomi, suami yang nggak mampu bertanggung jawab. Punya istri dan anak, nggak mampu memberi nafkah.

Tapi, soal perceraian ini bukan saja soal ekonomi. Ada yang nggak kekurangan harta, malah bisa dimakan tujuh turunan, sudah punya anak, gedung, mobil mewah, jabatan tinggi, tapi rumah tangganya roboh! Ada juga yang begitu? Banyak, lihat saja tuh, para artis beken. Bulan lalu cengengesan sama suami, tiba-tiba saling caci di media? Mengapa? Tanya saja pada rumput yang bergoyang?

Eh, ngomong-ngomong itu mantan gubernur Ahok yang saat ini mendekam di penjara juga kepingin cerai. Kenapa, ya? Kali ini nggak usah tanya pada rumput! -massoes