Tuesday, 23 January 2018

Dampak Putusan MK Soal President Threshold, Pilpres 2019 Hanya Dua Capres

Jumat, 12 Januari 2018 — 11:40 WIB
Jokowi dan Prabowo  (dok)

Jokowi dan Prabowo (dok)

SETELAH MK menolak gugatan terkait uji materi  terkait president threshold (ambang batas pengajuan calon presiden), maka diprediksi dalam Pilpres 2019 hanya akan muncul dua koalisi, atau paling banter tiga koalisi.

Hal ini bisa dilihat dari aturan president threshold dan kondisi politik sekarang. Aturan yang akan diberlakukan, calon presiden harus diajukan parpol atau gabungan parpol, yang minimal harus ada 10 kursi di DPR.

Sedangkan, gambaran kondisi politik sekarang, tujuh parpol sudah berkoalisi dengan pemerintahan Jokowi, yakni PDIP, Golkar Nasdem, PKB, Hanura, PPP, PAN. Selebihnya, empat parpol yang punya kursi di DPR dan berada di luar pemerintahan hanya ada tiga saja parpol, yakni Gerindra, Demokrat, PKS.

Kalau tujuh parpol tersebut masih tetap mendukung Jokowi, maka jelas sudah lebih dari cukup syarat ambang batas tersebut. Sebab, total kursi anggota DPR 560, 20 persennya adalah 112 kursi.

Sedangkan, tiga parpol yang tersisa hanya cukup untuk mengajukan satu calon Presiden. Katakanlah, ini kecenderungannya mengusung Prabowo Subianto, dengan catatan yang erat hubungannya sekarang adalah Gerindra dan PKS. Untuk Demokrat, sejauh ini di tingkat pusat sulit berkoalisi dengan Gerindra.

Total kursi di DPR kedua parpol sebanyak 113, dalam hal ini Gerindra memiliki 73 anggota DPR, dan PKS 40 anggota.  Koalisi ini cukup untuk mengajukan calon presiden.

Tinggal satu parpol, yakni Demokrat yang memiliki 61 kursi di DPR. Ini masih jauh untuk memenuhi ambang batas 20 persen (112 kursi). Kalau memang Demokrat ada minat untuk mengajukan capres, mau tidak mau harus merayu partai lain, paling tidak satu parpol yang bisa menggenapi ke minimal ambang batas 20 persen tersebut.

Sejauh ini yang akrab dengan Demokrat adalah PAN, yang kursinya di DPR ada 49. Demokrat (61) dan PAN 49 kursi, digabung menjadi 110 kursi,  jelas masih kurang 2 kursi lagi. Kalau ingin membuat koalisi, perlu tambahan dua kursi, namun tampaknya sulit menggaet parpol-parpol lain yang masih bergabung dengan koalisi pendukung Jokowi.

Ambil contoh misalnya, PPP dan PKB yang pernah berkoalisi dengan Demokrat di era Presiden SBY, kini akan sulit ditarik keluar dari koalisi tersebut, karena akan lebih nyaman dan kans lebih besar dapat menteri di kabinet apabila tetap setia dengan koalisi pendukung Jokowi.

Maka, apabila tidak terjadi hal-hal luar biasa, atau politik yang tak terduga laiinya, koalisi dalam Pilpres 2019 hanya akan muncul dua koalisi dan dua calon presiden. Terlebih lagi, dalam UUD 1945 hasil amandemen, capres hanya diajukan oleh parpol atau gabungan parpol. Tidak ada calon presiden dari jalur independen. Mungkinkah, Jokowi akan duel ulang dengan Prabowo? (win)