Wednesday, 19 September 2018

Di Jalan Thamrin Dibuat Jalur Khusus Motor

Jumat, 12 Januari 2018 — 21:34 WIB
Dokumentasi

Dokumentasi

JAKARTA (Pos Kota) – Dinas Perhubungan DKI Jakarta menyatakan akan segera melaksanakan putusan Mahkamah Agung terkait pencabutan larangan sepeda motor melintas di Jalan MH Thamrin dan Medan Merdeka Barat. Namun untuk membuat kawasan tersebut tetap tertib, Dishub DKI membuatkan jalur khusus sepeda motor di sepanjang jalan tersebut.

Kepala Dishub DKI Jakarta, Andri Yansyah mengatakan jalur dibuat dengan tanda cat kuning di jalan. Pemotor nantinya hanya boleh melintas Jalan MH Thamrin melalui jalur mengikuti jalan bercat kuning tersebut. Kebijakan itu mulai diterapkan pada Senin (15/1/2018) mendatang.

“Untuk lebih menertibkan kawasan tersebut kami akan membuat lajur khusus. Lajur sepeda motor,” katanya di Balaikota Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jumat (12/1/2018).

Andri menuturkan awalnya terdapat usulan untuk menggunakan separator sebagai pembatas antara kendaraan roda dua dengan kendaraan lainnya. Namun hal itu dinilai tidak efektif dan dikhawatirkan justru menambah kemacetan.

Andri menambahkan penggunaan lajur tersebut akan dievakuasi dalam satu atau dua minggu. Jika kebijakan tersebut tidak mengurangi kemacetan dan tingkat kecelakaan lalu lintas meningkat, maka akan diterapkan sistem ganjil genap. Sistem pembatasan motor tersebut sebelumnya telah diusulkan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya.

“Kita evaluasi nih efektivitasnya sejauh mana. Sebelum kita menentukan formulasi yang baru. Formulasi baru kan usulan Pak Dirlantas, ganjil genap sepeda motor. Seminggu atau dua minggu lah kita evaluasi. Kalau seumpama terjadi kemacetan luar biasa, baru nanti kita kasih obat (solusi) lagi dengan ganjiil genap. Tetapi kalau seumpama posisi nya masuh bisa dikendalikan, ngga perlu lagi ganjil genap,” terang Andri.

Lebih lanjut, Andri mengatakan instansinya telah mengantisipasi pelanggran pemotor di jalur pedestrian. Andri mengaku akan menindak tegas pemotor yang menyerobot trotoar maupun menggunakan trotoar sebagai pangkalan ojek.

“Kita minta pemberian sanksi tegas untuk speda motor yang berada di trotoar. Kalau perlu, kita akan langsung terapkan tilang biru Rp500 ribu,” tegasnya.

Andri menyatakan akan menambah jumlah personel Dishub DKI untuk pelaksanaan ketertiban lalu lintas di kawasan MH Thamrin usai pencabutan larangan melintas bagi sepeda motor.

“Makanya kita tambah (personel). Saat ini kan kita ada 44 anggota. Sekarang kita tambahin menjadi 54 orang. Dua shift. Pagi sore, 98 anggota pagi dan 98 orang sore,” ujarnya.

Dikatakan Andri kebijakan jalur sepeda sementara hanya akan diberlakukan di sepanjang Jalan Thamrin, tidak termasuk Jalan Medan Merdeka Barat. Dishub sebekumnya telah mencopot rambu-rambu larangan melintas untuk jenis kendaraan roda dua.

Sebetulnya jaman Fauzi Bowo jadi Gubernur DKI jalur khusus sepeda motor di Jalan Thamrin dan Sudirman sudah pernah dibiki, nyatanya tidak berjalan sesuai yang diharapkan. Pasalnya pengendara motor tetap saja lewat bukan di jalur yang sudah disediakan apalagi kalau sudah terjadi kemacetan. (ikbal/b)