Monday, 22 October 2018

Dr. Bimanesh Penuhi Panggilan KPK, Fredrich Diwakili Pengacaranya

Jumat, 12 Januari 2018 — 11:45 WIB
Dr. Bimanesh penuhi panggilan KPK.(Rihadin)

Dr. Bimanesh penuhi panggilan KPK.(Rihadin)

JAKARTA (Pos Kota) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap eks pengacara dan bekas dokter Setya Novanto (Setnov), Fredrich Yunadi dan Dr. Bimanesh Sutarjo, Jumat (12/1/2018).

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, Fredrich dan Bimanesh masing-masing diagendakan menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka kasus dugaan mencegah, merintangi atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan perkara e-KTP yang menjerat Setnov.

“Masing-masing akan diperiksa sebagai tersangka,” kata Febri, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Jumat (12/1/2018).

Bimanesh pun telah datang ke Gedung KPK di Jalan Kuningan Persada, Setiabudi, Jakarta Selatan, sejak pagi tadi. Dokter spesialis penyakit dalam, konsultan ginjal, dan hipertensi Rumah Sakit Medika Permata Hijau (RSMPH) datang bersama dua orang, salah satunya menggunakan kursi roda yang diduga sebagai pasiennya.

Bimanesh yang mengenakan kemeja putih lengan pendek enggan menjawab pertanyaan awak media massa. Saat tiba, dia terus berjalan masuk ke Gedung KPK sembari mendorong kursi roda yang diduduki pria diduga pasiennya itu.

Setelah menunggu beberapa menit di lobi. Bimanesh kemudian masuk ke ruang pemeriksaan. Sementara, pria yang diduga sebagai pasiennya tetap menunggu di lobi.

Sementara itu hingga pukul 11.00 WIB, Fredrich Yunadi belum terlihat hadir memenuhi panggilan pemeriksaan KPK. Menurut Sapriyanto Refa, kuasa hukum Fredrich, ia dan kliennya telah meminta penundaan pemeriksaan kepada penyidik KPK.

“Jadi gini kemarin kami kan sudah buat surat ke KPK minta penundaan pemeriksaan hari ini karena kami sedang mengajukan proses sidang kode etik terhadap pak Yunadi,” kata Sapriyanto.

Sapriyanto sendiri datang bersama timnya untuk menanyakan ke KPK apakah permohonan penundaan tersebut dikabulkan atau tidak.

“Kalau dikabulkan berarti kan ada penundaan pemeriksaan. Tapi kalau tidak kami minta diagendakan kembali. Nah tadi kami sudah bicara dengan admin penyidikan sedang dibicarakan dan nanti akan diinformasikan,” imbuhnya.

Fredrich dan Bimanesh telah resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus merintangi penyidikan kasus korupsi e-KTP yang menjerat Setnov.

Fredrich dan Bimanesh diduga memanipulasi data medis Setnov agar bisa dirawat untuk menghindari pemeriksaan KPK pada pertengahan November 2017 lalu. Fredrich juga diduga telah mengondisikan RSMPH sebelum Setnov mengalami kecelakaan.

Mereka berdua dijerat dengan Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (julian/tri)