Monday, 22 January 2018

Kasus Pelajar SMP Dinodai Pemilik Toko, Polisi Lakukan Olah TKP

Jumat, 12 Januari 2018 — 22:57 WIB
kombesherii

LAMPUNG (Pos Kota) – Subdit IV Remaja, Anak dan Wanita (Renakta) Reserse Kriminal Umum Polda Lampung, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kasus pemerkosaan terhadap korban FL ,15, pelajar SMP warga Tanggamus, Lampung, Jumat (12/1).

“Hari ini, petugas Subdit IV Renakta sedang melakukan olah TKP,”kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Lampung, Kombes Pol. Heri Sumarji.

Menurutnya, saat ini penyidik masih mengumpulkan bukti-bukti yang berkaitan dengan kasus tersebut seperti, hasil visum korban. “Jika bukti sudah terkumpul baru kita akan panggil terlapor berinisial AP untuk diperiksa,”ujarnya.

Untuk sementara ini, terlapor AP belum dipanggil karena kasus tersebut harus jelas atau terang benderang untuk menetapkan tersangkanya. “Intinya saat ini petugas sedang mengumpulkan bukti sesuai dengan keterangan korban FL, di dua lokasi kejadian ,”terangnya.

Sebelumnya, diduga terkena gendam, FL ,15, warga Tanggamus, Lampung, dipaksa melayani nafsu bejat seorang pengusaha berinisial, AP. Tidak terima masa depan anaknya di hancurkan, orang tua bersama korban melaporkan perbuatan AP ke Polda Lampung, pada Rabu (3/1) lalu.

Menurut korban FL, saat duduk di bangku kelas III Sekolah Menengah Pertama (SMP), korban disuruh ayahnya membeli materai di toko milik tersangka AP. “Saat membeli materai, terlapor AP menepuk pundak korban dan menyuruhnya kembali setelah mengantarkan materai.

“Seperti dihipnotis, saya nurut saja. stelah mengatarkan materai kepada ayah, saya pun kembali ke Toko AP. Saya diajak, ke rumah di areal komplek, di wilayah Kota Agung. Di bawah ancaman, saya disuruh diam tidak boleh teriak dan dipaksa buka baju dan di setubuhi oleh AP,”ujarnya.

Setelah puas melampiaskan nafsunya, korban diancam akan dipukul dan dibuat malu dengan cara, akan menyebarkan kejadian memalukan itu keteman dan guru sekolahnya, kalau korban cerita kepada orang lain. “Sebenarnya, saya ingin cerita kepada orang tua, namun saya takut dimarah,”terangnya.

Tidak sampai disitu saja, beberapa waktu kemudian setelah kejadian itu, AP menghubungi dan memaksa korban untuk dilayaninya untuk yang kedua kalinya. Korban sempat menolak, namun AP kembali mengancam dengan ancaman serupa. Tidak berdaya, korban terpaksa menuruti perintah AP dan pasrah saat dipaksa untuk melayani AP untuk yang kedua kalinya.

Perbuatan semena-mena itu pun berlanjut. Ketiga kalinya AP membawa korban kesuatu tempat dan melakukan hal serupa terhadap korban. Tidak tahan dengan perbuatan AP, setelah ketiga kalinya, korban akhirnya menceritakan apa yang dialaminya kepada orang tuanya.

“Saya tidak tahan digituin terus, jadi saya cerita sama ayah. Mengetahui itu ayah marah dan mengajak saya untuk melapor kan perbuatan AP ke Polisi,”ungkapnya.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Lampung, Kombes Pol. Heri Sumarji mengatakan, pihaknya telah menerima laporan tesebut.

“Saat ini korban sedang diperiksa oleh penyidik Subdit IV Remaja Anak dan Wanita (RENAKTA) Reskrimum Polda Lampung. Kasusnya, akan langsung diproses dan didalami,”kata Heri Sumarji, saat ditemui didepan ruang kerjanya.(koesma)