Saturday, 20 January 2018

Konsumsi Parasetamol Saat Hamil Bisa Rusak Kesuburan Anak

Jumat, 12 Januari 2018 — 10:37 WIB
ilustrasi

ilustrasi

WANITA hamil harus berhati-hati minum obat saat sakit, khususnya obat parasetamol dan ibuprofen.

Karena dari hasil penelitian menyebutkan parasetamol dan ibuprofen dapat mengganggu hormon yang disebut prostaglandin E2, yang tampaknya memainkan peran penting dalam pengembangan sistem reproduksi janin.

Temuan ini mendorong peringatan baru bagi wanita hamil untuk hanya menggunakan parasetamol bila diperlukan dan menjamin penelitian lebih lanjut.

Wanita yang mengonsumsi parasetamol selama kehamilan, banyak digunakan untuk mengurangi demam tinggi atau mengurangi rasa sakit. Namun dampaknya dapat meningkatkan risiko merusak kesuburan anak perempuan mereka.

Para ilmuwan dari University of Edinburgh di Skotlandia menemukan,  bahwa ovarium manusia yang terpapar parasetamol selama seminggu di laboratorium kehilangan hingga 40 persen sel telur mereka.

Jika efek ini terjadi di rahim, bisa berarti bayi perempuan yang terpapar obat umum akhirnya terlahir dengan telur lebih sedikit. Ini akan memberi mereka waktu yang lebih sedikit di mana mereka bisa hamil dan menyebabkan menopause dini, demikian Daily Mail mengutip para periset tersebut.

Mungkin karena parasetamol dan ibuprofen mengganggu hormon yang disebut prostaglandin E2, yang tampaknya memainkan peran penting dalam pengembangan sistem reproduksi janin.

“Studi ini mengidentifikasi risiko potensial untuk menggunakan parasetamol atau ibuprofen, walaupun kita tidak tahu persis efeknya terhadap kesehatan manusia atau dosis apa yang diperlukan untuk membahayakan kesuburan,” kata Richard Sharpe, profesor di universitas tersebut.

Sementara anak laki-laki yang belum lahir juga bisa terkena obat tersebut. Tapi tidak seperti wanita, yang persediaan telurnya terbatas, mereka tetap memproduksi sperma sepanjang hidup mereka, yang berarti bahaya kesuburan mereka tidak begitu serius, kata periset.

Untuk penelitian yang dipresentasikan pada konferensi Fertility 2018 di Liverpool, tim tersebut menguji efek parasetamol dan ibuprofen pada testis janin manusia dan ovarium selama seminggu. Periset menghitung sel kuman yang berubah menjadi sperma dan telur.

Di ovarium, jumlah sel telur turun hingga 40 persen, sedangkan di testis jumlah sel kuman berkurang lebih dari seperlima. Temuan ini mendorong peringatan baru bagi wanita hamil untuk hanya menggunakan parasetamol bila diperlukan dan menjamin penelitian lebih lanjut.(Tri)