Friday, 16 November 2018

Perancang Libanon Yang Pajang Foto Artis Israel, Gal Gadot, jadi Kontroversi

Jumat, 12 Januari 2018 — 17:11 WIB
Sebelum memerankan Wonder Woman, Gal Gadot pernah menjadi pelatih tempur di Departemen Pertahanan Israel.

Sebelum memerankan Wonder Woman, Gal Gadot pernah menjadi pelatih tempur di Departemen Pertahanan Israel.

TAMPILNYA foto bintang Israel, Gal Gadot, yang mengenakan pakaian karya perancang Libanon, Elie Saab, memicu kontroversi di media sosial.

Namun foto itu kini sudah dicabut dari akun Instagram milik Saab.

Israel dan Libanon secara teknis masih dalam keadaan perang sejak tahun 1948 lalu dan pemerintah Beirut menempuh aksi boikot transaksi bisnis dengan negara tetangganya itu.

“Saya cinta dan hormat atas Elie Saab, tapi apakah dia benar-benar gembira dengan seorang bintang Israel yang mengenakan pakaian rancangannya?” tanya seorang wartawan Libanon, Heba Bitar, di Twitter.

Dalam akun Instagram Saab tersebut, Gal Gadot -pemeran Wonder Woman- tampak mengenakan gaun biru bermodel selempang yang menyilang di bagian dada.

Foto itu dilengkapi dengan komentar dari bintang yang pernah menjadi pelatih tempur di Departemen Pertahanan Israel itu, yang menyebutnya ‘tanpa cela’.

Namun sejumlah orang yang memberi komentar di akun Saab mengungkapkan kekesalan karena mantan seorang tentara Israel malah mendapat promosi dari perancang Libanon.

Seorang pengguna Twitter, Farah Shami, mengaku tidak keberatan jika Gadot mengenakan karya Saab namun tidak setuju jika kemudian fotonya dipajang di akun perancang terkenal Libanon itu.

“Jangan merusak satu dari sedikit yang membuat kita bangga sebagai rakyat Libanon!” tulisnya.

galgadot

Gal Gadot -yang terpilih sebagai Ratu Israel tahun 2004- saat menerima penghargaan ‘Critics Choice Awards’ di Santa Monica, Amerika Serikat.

Sementara Farah Rita memuji pencabutan foto itu dan mengatakan, “Saya harap bukan dia (Saab) yang meminta untuk mengenakannya tapi penata mode dia (Gadot) yang meminta.”

Gadot, yang meraih gelar Ratu Israel pada tahun 2004, bekerja di Departemen Pertahanan Israel selama dua tahun sebelum tampil di beberapa film laga seperti rangkaian Fast & Furious maupun super hero, antara lain Wonder Woman dan Justice League.

Dia mengenakan gaun rancangan Saab dalam acara National Board of Review di New York, ketika menerima penghargaan Spotlight Award bersama sutradara Patty Jenkins untuk Wonder Woman.

Bagaimanapun pencabutan foto Galdot dari akun Saab itu juga memicu pro dan kontra: ada yang memujinya namun ada yang menyebut seluruh perdebatan tentang masalah itu sebagai ‘memalukan’.

Bukan untuk pertama kalinya Gadot terlibat dalam kontroversi menyangkut kewarganegaraannya.

Tahun 2014, misalnya, dia mengungkapkan dukungan atas tentara Israel lewat Facebook pada masa Perang Gaza, yang menyebabkan 2.100 warga Palestina tewas sementara di kubu Israel jatuh korban jiwa 67 tentara dan enam warga sipil.

Pesannya itu memicu ribuan komentar, baik yang mengecam maupun memuji.

Tahun 2017, Wonder Woman dilarang putar di bioskop-bioskop di Libanon karena dia-warga Israel- yang menjadi bintang utamanya. (BBC)