Wednesday, 26 September 2018

Polisi Berantas Narkoba, Nyawa Adalah Taruhan

Jumat, 12 Januari 2018 — 0:19 WIB
Brigadir Rizal Taufik dibesuk relan-rekannya

Brigadir Rizal Taufik dibesuk relan-rekannya

JAKARTA (Pos Kota) – Brigadir Rizal Taufik, anggota Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Barat yang kelenger dipukul bandar narkoba sudah mulai membaik dan bisa diajak berkomunikasi. Korban masih dirawat di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Brigadir Taufik Rizal dianiaya saat menangkap suami istri (pasutri) Ahmad Sopian dan Siti Aisyah yang menjadi bandar narkotika. Peristiwa nahas itu terjadi di Jalan Kampung Janis, Pekojan, Tambora, Jakarta Barat, Sabtu (6/1). Korban mengalami luka serius di kepala akibat dipukul pakai balok kayu oleh Ahmad Sopian.

Pengorbanan Taufik sebagai bentuk komitmen Jajaran Polres Metro Jakarta Barat dibawah pimpinan Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi memberantas peredaran narkoba.

Hengki Haryadi mengingat, kasus perlawanan bandar terhadap anggota polisi tidak hanya menimpa Brigadir Rizal Taufik.

Sebelumnya, Bripka Aris Dinanta Banit 48 Unitidik Satresnarkoba Polres Jakarta Barat gugur dalam tugas saat akan menangkap seorang bandar di Jalan Bugis nomor 85, Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin, 18 Januari 2016.

kombeshengky

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi

Saat itu, tersangka Febian Johanes ditangkap di apartemen kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Dari tangan tersangka polisi menyita dua paket sabu. Barang haram itu diakui diperoleh dari seorang bandar bernama Ical.

“Berangkat dari informasi tersebut tim melakukan pengembangan di Jalan Bugis nomor 85, Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Tapi, saat hendak memasuki TKP tim dibawah pimpinan Iptu Supriyatin selaku Kasubnit 2 unit 1 Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Barat dihujani tembakan secara membabi buta dari dalam rumah,” kenang Hengki dalam keterangannya, Kamis (11/1/2018).

Akibatnya, Bripka Aris Dinata terkena tembakan pada dada sebelah kanan sedangkan Supriyatin terkena tembakan di lengan kanan. Tim langsung melarikan kedua korban ke Rumah Sakit Koja dan dirujuk ke RSCM untuk memberikan pertolongan.

“Setelah mendapatkan perawatan medis selama kurang lebih satu bulan lamanya tepat pada tanggal 18 Februari 2016 pukul 09.10 WIB Bripka Aris Dinanta dinyatakan gugur dalam tugas,” tutur Hengki.

Atas pengorbanannya, almarhum mendapatkan Tanda Jasa Satya Lencana 8 tahun. Almarhum adalah putra kedua dari dua saudara pasangan Sumaryono dan Saminah, meninggalkan seorang istri, Lisna Vianti serta dua orang putra bernama Arya Rangga Saputra dan Aska Rangga Saputra.

“Sejak kecil almarhum merupakan putra yang taat beribadah juga rajin sekolah. Selama berdinas almarhum mempunyai integritas dan etos kerja yang baik. Memasuki tahun 2007 almarhum bergabung dengan Bag Ops Polres Metro Jakarta Barat. Kemudian tahun 2010 mengemban tugas di Sat Resnarkoba Polres Metro Jakarta Barat. Selama 6 tahun bertugas di Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Barat almarhum senantiasa memiliki keberanian dan dedikasi tinggi serta ide-ide untuk mengungkap jaringan pelaku tindak pidana narkoba,” pungkas Hengki.

Meski sudah menjadi resiko dari seorang polisi, namun Hengki mengapresiai dan memberikan penghargaan setinggi-tingginya atas pengorbanan Bripka Aris Dinata, Iptu Supriyatin serta Brigadir Rizal Taufik saat bertugas. Hal itu membuat Hengki semakin bertekad memberantas peredaran narkoba dan akan melakukan tindakan tegas terhadap bandar narkoba.

Kasat Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Suhermanto mengatakan, saat ini kondisi Brigadir Rizal Taufik sudah mulai membaik.

“Sudah komunikasi tapi masih seperlunya supaya tidak banyak gerakan. Sudah mulai makan juga. Sudah dua hari kemarin dipindah ke ruang perawatan dari ICU,” kata Suhermanto dalam keterangannya, Kamis (11/1/2018).

Ditambahkan Suhermanto, selama menjalani perawatan istri Rizal Taufik, Ega Wahyuningsih senantiasi menemani mengikuti perkembangan kesehatan suaminya. Anak mereka yang masih berusia 17 bulan juga ikut mendampingi sang ayah.

Untuk memberikan motivasi dan dukungan sekaligus mengetahui perkembangan kesehatan terhadap Brigadir Rizal usai menjalani operasi, jajaran Satres Narkoba Polres Jakarta Barat di pimpin Suhermanto rutin menjenguk ke RS Polri.

Dimata Suhermanto, Rizal Taufik adalah sosok anggota yang rajin dan ulet. Selain itu, polisi yang tinggal di Kawasan Tanjung Pinang, Jakarta Selatan tersebut adalah orang yang dikenal sebagai orang yang rajin beribadah dan sayang keluarga. Hal itu juga dibenarkan oleh rekan kerjanya.

“Tak heran saat ini istri dan putranya merasa sedih karena orang yang menafkahi mereka masih terbaring di rumah sakit,” tutur Suhermanto sembari mengajak seluruh anggotanya mendo’a-kan agar Rizal bisa kembali sehat dan bertugas bersama-sama lagi. (Yendhi)