Thursday, 20 September 2018

Saat Perayaan Natal, Panglima TNI : Umat Kristiani Harus Berdiri di Depan Bela Negara

Jumat, 12 Januari 2018 — 21:26 WIB
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto saat berikan sambutan perayaan Natal

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto saat berikan sambutan perayaan Natal

JAKARTA- Peristiwa Natal adalah peristiwa kelahiran Yesus Kristus yang datang ke dunia untuk membawa perdamaian dan keselamatan kepada umat manusia. Demikian dikatakan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, di hadapan 3000 prajurit dan Aparatur Sipil Negara (ASN) TNI umat Kristiani pada Perayaan Natal Bersama Keluarga Besar TNI se-Gartap 1/Jakarta Tahun 2017, bertempat di GOR Ahmad Yani Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (12/1/2018).

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga ia telah mengaruniakan anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal,” ucap Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengutip Alkitab Injil Yohanes 3:16.

Hadi Tjahjanto menegaskan bahwa TNI sebagai garda terdepan ikut berpartisipasi membangun kebersamaan dengan semua lapisan masyarakat, karena bersama rakyat TNI kuat, hebat, profesional dan modern. “Kiranya tepatlah kalau Natal tahun ini mengambil tema Dengan Semangat Natal 2017 Kita Tingkatkan Kualitas Iman Prajurit dan ASN TNI Guna Mewujudkan TNI Yang Profesional dan Dicintai Rakyat,” ujarnya.

Lebih lanjut Panglima TNI menyampaikan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa besar yang majemuk dan tentunya sarat dengan perbedaan. “Kepada segenap umat Kristiani Keluarga Besar TNI, untuk semakin bijak, terus memelihara dan memperkuat harmoni, kerukunan dan toleransi dalam kehidupan bersama sebagai bangsa,” ucapnya.

“Semuanya itu dapat terwujud jika kita ikut menjadi bagian dan berkontribusi dengan ketulusan hati untuk selalu berusaha menyelamatkan kehidupan masyarakat dengan menjaga kedaulatan NKRI yang kita cintai bersama,” kata Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengingatkan bahwa seiring terjadinya globalisasi, modernisasi, liberalisasi kehidupan manusia sejagad, muncul berbagai dampak negatif terhadap kehidupan masyarakat di Indonesia. “Salah satu dampaknya, dewasa ini bangsa Indonesia masih banyak menghadapi permasalahan, bahkan ancaman serius baik yang datang dari luar maupun dari dalam negeri, antara lain munculnya Tatanan Dunia Baru, Cyber Warfare, Proxy War dalam Bentuk Kejahatan Terorisme, Radikalisme, dan Narkoba, serta yang tidak kalah mengkhawatirkan adalah selebaran media sosial yang mampu membuat instabilitas, keresahan masyarakat dan bahkan mobilisasi massa atau konflik, meski mayoritas infonya berasal dari sumber yang kurang jelas atau hoax,” jelasnya.

“Kita harus menyelamatkan bangsa kita, generasi muda kita, dan masa depan kita. Oleh karena itu, seraya kita terus melakukan penegakan hukum terhadap kejahatan itu, saya juga sungguh berharap kepada para pemimpin, tokoh, pemuka agama dan umat Kristiani senantiasa ikut berdiri di depan untuk menyelamatkan bangsa dan masa depan kita semua. Ini adalah misi besar dan mulia, sama besar dan mulianya dengan misi TNI dalam melindungi segenap tumpah darah Indonesia,” harapnya.(b)