Monday, 22 January 2018

Suami Direken Kuda Pacuan Dibalsem Kontan Kelojotan

Jumat, 12 Januari 2018 — 7:01 WIB
balsem

ADA-ADA saja ide Ny. Nety, 40, dari Balikpapan (Kaltim) ini. Ketika kesal karena suami tak lagi perkasa di ranjang, Sandi, 50, disarankan pakai balsem. Celakanya, suami percaya dan manut saja. Padahal begitu dioleskan balsem pada itu tit…..eh burung, Sandi malah kelojotan dan gagal total dalam pertempuran.

Pernahkah Anda mendengar anekdot tentang pacuan kuda? Dalam sebuah arena balap si Dawuk selalu memenangkan pertandingan. Apa rahasianya? Kata si joki, sebelum berlaga di lapangan hijau, alat vital kuda tersebut diam-diam diolesi balsem atau reumason. Bagitu rasa panas itu sudah ngefek, si Dawuk menjadi kencang sekali larinya. Bukan karena ingin memuliakan majikan dengan piala dan hadiah, tapi karena tak tahan rasa panas di selangkangan!

Agaknya Sandi warga Balikpapan ini belum pernah dengar kisah si joki konyol tersebut. Maka ketika istri menyarankan pakai olesan balem, langsung saja percaya. Padahal hasilnya? Justru sengketa peranjangan ini berujung di Pengadilan Agama, alias gugatan cerai.

Awalnya rumahtangga Sandi – Nety ini sangat bahagia. Kebutuhan materil dan onderdil terpenuhi secara baik. Tapi menjelang usia kepala lima, onderdil Sandi mulai rewel. Ketia menjalankan tugas suami istri dalam urusan batiniah yang penuh gairah, permainan Sandi tak lagi prima. Jangan-jangan onderdil suami Nety ini bikinan Taiwan.

Awalnya istri menghibur, mungkin kelelahan karena kerja yang terlalu diforsir di kantor. Maka di rumah menu untuk Sandi ditambah. Bukan saja makan kajang ijo, juga banyak nguntal telur ayam mentah. Dengan cara itu diharapkan Sandi menjadi rosa-rosa macam Mbah Marijan dulu.

Namun ternyata kiat itu tak menolong keadaan. Burung Sandi justu semakin loyo, macam burung kakak tua yang giginya tinggal dua. Diam-diam Sandi lalu konsultasi ke dokter ahli semacam Naek L Tobing atau Dian Nugroho di Jakarta. Tapi mereka justru memvonis, Sandi memang terkena impotent permanent.

Tapi vonis mengerikan ini tak pernah disampaikan Sandi kepada istrinya. Yang dilakukan justru terus berusaha dan berusaha, agar bisa memuaskan istri. Namun tetap saja KO, sehingga setengah nglulu dia menyarankan, “Sebaiknya diolesi balsem apa remason saja Mas.”

Bego juga Sandi rupanya. Seperti kehilangan daya kritisnya, dia langsung ambil balsem dikotak obat. Jin Iprit saja sampai kaget akan ulah suami Nety. “Ngapain kamu Bleh? Memangnya ente mumi, kok mau dibalsem?” ledek jin Iprit sambil lalu.

Tapi Sandi tak peduli, langsung saja mempraktekken resep bininya. Padahal begitu dioleskan ke itu burung, beberapa detik kemudian sudah kepanasan, bahkan kemudian kelojotan. Akhirnya dia gagal melaksanakan tugas mulia itu, bahkan kemudian dibego-begokan oleh istri sendiri.

Biar cepat dingin, sekarang direndem pakai es batu campur sirup, Bleh! (JPNN/Gunarso TS)