Saturday, 20 January 2018

Tahanan Jebolan Guantanamo 30 Persennya Kembali Jadi Teroris

Jumat, 12 Januari 2018 — 14:28 WIB
PenjaraGuantanamo.(Ist)

PenjaraGuantanamo.(Ist)

AMERIKA SERIKAT – Director of National Intelligence (DNI) Amerika Serikat melaporkan bahwa 121 dari 714 mantan tahanan Guantanamo Bay yang dibebaskan dalam kurun waktu 15 tahun dipastikan kembali terlibat aktifitas terorisme.

Kebanyakan residivis teroris tersebut dibebaskan semasa Presiden George W. Bush yang membuka penjara tersebut pada tahun 2002 menyusul serangan teroris 11 September 2001.

Menurut DNI, 113 mantan tahanan yang dibebaskan oleh pemerintahan Bush kembali melakukan aktifitas terorisme.

Sementara itu, hanya 8 orang yang dibebaskan oleh pemerintahan Obama yang akhirnya kembali ke aktifitas yang sama.

DNI juga MENCURIGAI 87 dari 714 mantan tahanan Guantanamo telah kembali melakukan terorisme.

Atas dasar data-data tersebut, Ketua Komite Urusan Luar Negeri DPR AS saat itu, Ed Royce, meminta Presiden Obama kala itu untuk menghentikan proses transfer tahanan Guantanamo ke negara-negara yang dianggap tidak mempunyai kemampuan untuk mencegah mereka kembali ke “medan perang”

Presiden Trump sejak masa kampanye telah berjanji untuk menghentikan pembebasan tahanan tersebut meskipun dia hanya mewarisi 41 tahanan.

Baru-baru ini, 11 dari 41 tahanan tersebut menggugat Presiden Trump dengan alasan bahwa penahanan mereka bertentangan dengan konstitusi AS dan hukum Internasional.(Tri)