Tuesday, 24 April 2018

Antisipasi Penjarahan, Polisi Berjaga di Pasar Rawa Kalong

Sabtu, 13 Januari 2018 — 12:51 WIB
Wakapolrestro Bekasi AKBP Luthfie Sulistiawan saat memantau paska kebakaran di pasar Rawa Kalong Tambun. (lina)

Wakapolrestro Bekasi AKBP Luthfie Sulistiawan saat memantau paska kebakaran di pasar Rawa Kalong Tambun. (lina)

BEKASI (Pos Kota) –  Setelah terjadinya kebakaran di Pasar Rawa Kalong, anggota Polres Metro Bekasi berjaga di sekitar pasar yang berada di Desa Setiamekar, Kecamatan Tambun Selatan, Sabtu (13/1) pagi. Penjagaan ini untuk mengantisipasi penjarahan.

Wakil Kepala Polres Metro Bekasi, AKBP Luthfie Sulistiawan mengatakan selain mengantisipasi adanya penjarahan, anggota yang diterjunkan juga untuk membantu membersihkan puing-puing bangunan di kios atau lapak milik pedagang yang terbakar.

“Yang pertama untuk mencegah adanya penjarahan. Kedua kita ingin membantu para pedagang untuk membereskan atau memilah-milah mana barang milik pedagang yang masih layak atau tidak,” kata AKBP  Lutfie Sulistiawan, Sabtu (13/1) pagi.

Adapun penyebab peristiwa kebakaran itu, sambungnya, saat ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. “Dugaan sementara karena korsleting listrik. Tetapi kepastiannya kita masih menunggu hasil Puslabfor seperti apa,” ucapnya.

(Baca: 120 Kios di Pasar Rawakalong Ludes Terbakar)

 

Diakuinya, Kepolisian akan membangun komunikasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi agar ke depannya ada solusi bagi para pedagang yang kios atau lapaknya terbakar tetap bisa berjualan. “Apakah dengan tenda atau lain sebagainnya, kita akan komunikasikan dulu dengan Pemda karena dalam hal kepolisian tidak bisa bergerak sendiri,” kata dia.

Sementara itu salah seorang pedagang beras di Pasar Rawa Kalong, Harion 34 mengaku mengalami kerugian mencapai sekitar Rp 500 juta. Dua puluh lima ton beras yang dijualnya, ludes dilahap si jago merah.

“Ada 25 ton beras, kalo dirupiahin sekitar Rp500 juta. Berasnya pada basah jadi nggak bisa dipakai. Harus dijemur dulu kalau panas. Kalau bisa dimanfaatkan ya dimanfaatkan,” kata Harion.

Sisa kebakaran di Pasar Rawa Kalong

Firman pedagang ayam mengatakan dirinya kerugian mencapai Rp20 juta lebih. “Kita belum tau ini nanti sama pengurus. Apa mau dirapihi yang penting api mati saja. Korban jiwa nggak ada tapi barang-barang nggak ada bisa diselamati,” katanya.

Ibu Dimas warga yang asik memunguti beras mengatakan  beras dipungut untuk makanan ayam. “Sayang buat empang ayam,” jawabnya.  (lina/win)