Tuesday, 23 January 2018

Habib Rizieq Belum Beri Komentar Soal Gagalnya La Nyalla Maju di Pilkada Jawa Timur

Sabtu, 13 Januari 2018 — 22:52 WIB
Pimpinan Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab.  (toga)

Pimpinan Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab. (toga)

JAKARTA (Pos Kota)- Tuduhan La Nyalla terhadap Gerindra dan Prabowo soal permintaan uang Rp 40 miliar agar bisa maju untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Timur masih terus jadi pergunjingan banyak pihak.

Namun masalah ini rupanya tidak membuat Habib Rizieq tertarik mengomentarinya. Sebab seperti diketahui baik kepada La Nyalla dan Prabowo, pimpinan FPI itu dekat. Terutama sejak mereka kerap menggelar demo menentang Ahok.

Setidaknya ketidak-inginan Rizieq mengomentari pernyataan La Nyalla itu disampaikan oleh
Ketua Garda 212 Idrus Sambo. “Kalau saya belum dapat kabar dari Habib Rizieq. Habib Rizieq belum berikan pernyataan,” ujarnya di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (13/1).

Menurut mantan Ketua Presidium Alumni 212 ini, Rizieq sepertinya ogah mencampuri urusan ini.

“Saya kira juga ini urusan kisruh pribadi, jadi Habib (Rizieq) tidak akan masuk dalam kisruh ini. Kita tunggu, kalau ada tanggapan nanti saya sampaikan,” ujarnya.
Rupanya meski La Nyalla direkomendasikan oleh Presidium Alumni 212 untuk maju di Pilkada Jatim, Habib Rizieq belum memberikan pernyataan apapun terkait batalnya mantan Ketua PSSI itu .

Seperti diketahui kemarin, La Nyalla Mattalitti memeberikan pernyataan yang mengangetkan bawah ia telah dikecewakan oleh Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto lantaran batal diusung sebagai bakal calon Gubernur Jawa Timur.

Menurutnya, salah satu penyebab kegagalannya karena tidak sanggup memenuhi ‘mahar politik’ berupa uang ratusan miliar yang diminta Prabowo.

Kepada wartawan La Nyalla saat jumpa pers di Restoran Mbok Berek, Jalan Dr Soepomo, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (11/1) mengungkit jasanya untuk Prabowo pada dua kali pemilihan presiden yakni pada 2009 dan 2014. Dia mengaku mengeluarkan uang dari kantong sendiri untuk kebutuhan Pilpres. La Nyalla juga menggerakkan semua elemen di Jatim mulai dari Kadin, Pemuda Pancasila, KONI, Hipmi dan lainnya, untuk memenangkan Prabowo.

La Nyalla mengaku kecewa dengan Gerindra. Sebab, rekomendasi yang diberikan Presidium alumni 212 tidak dijalankan. Salah satu rekomendasi itu adalah mengusung La Nyalla sebagai cagub di Pilgub Jatim.

“Padahal la nyala sudah direkomendasikan oleh Presidium alumni 212, para kiai, habib dan umat Islam di Jawa timur sudah mendukung saya untuk jadi gubernur,” kata La Nyalla.(B)