Tuesday, 23 January 2018

Jaga Kerukunan Lintas Agama, Kapolres Depok: Hati-hati Adanya Hoax

Sabtu, 13 Januari 2018 — 13:11 WIB
Kapolresta Depok Kombes Pol Didik Sugiarto didampingi Kapolsek Pancoran Mas Kompol Roni Agus Wowor dan Kapolsek Beji serta Beji mengikuti gerak jalan santai lintas agama (Angga)

Kapolresta Depok Kombes Pol Didik Sugiarto didampingi Kapolsek Pancoran Mas Kompol Roni Agus Wowor dan Kapolsek Beji serta Beji mengikuti gerak jalan santai lintas agama (Angga)

DEPOK (Pos Kota) – Dalam menjaga kerukunan antar umat beragama, Kapolresta Depok Kombes Pol Didik Sugiarto, beserta Kapolsek Pancoran Mas Kompol Roni Agus Wowor dan pejabat utama melakukan gerak jalan kerukunan lintas agama (Depok Harmony Fun Walk), dalam rangka Hari Amal Bakti (HAB) ke-72 Kementrian Agama tingkat Kota Depok.

Kegiatan yang diikuti oleh ribuan warga tergabung antar lintas agama ini, menggelar jalan sehat start mulai dari lapangan Pemerintah Kota Depok, menelusuri jalan Margonda hingga puter balik depan Perum Pesona Khayangan berjarak kurang lebih 5 Km.

Menurut Kasubag Humas Polresta Depok AKP Sutrisno mengatakan Kapolres serta Kapolsek Pancoran Mas dan Beji Kompol Yenny ikut serta dalam kegiatan jalan santai yang diadakan oleh pemerintah Kota Depok yaitu Wakil Walikota Depok Pradi Supriyatna.

“Kegiatan ini bertujuan menciptakan  kerukunan antar agama dan tetap menjaga toleransi antar beragama,” ujarnya kepada Poskota saat dikonfirmasi, Sabtu (13/1) pagi

Mantan Komandan Kompi (Danki) Sat Brimoba Kedung Halang Kabupaten Bogor ini menambahkan selama acara gerak jalan dilakukan rekayasa lalu lintas dengan memberikan batas menggunakan barier sehingga bebas kendaraan.

“Tidak lama petugas gabungan Satlantas dan Dishub dipimpin Kasat Lantas Polresta Depok Kompol Sutomo melakukan rekayasa kendaraan laju kendaraan dialihkan ke jalur lambat. Tidak sampai terjadi macet panjang akibat kegiatan ini, lantaran petugas sudah ditempatkan di masing-masing pos titik rawan,” ungkapnya.

Sutrisno berharap selepas kegiatan ini diharapkan umat beragama yang ada di Depok tetap menjaga keeratan dan toleransi untuk tidak bisa terpecah belah.

“Sekarang ini informasi berkembang cepat beredar berita hoax yang langsung diketahui masyarakat kadang berbau SARA. Diharapkan masyarakat bijak melakukan pengecekan keberanan informasi yang masuk supaya tidak terjadi berbenturan dengan lainnya,” tutupnya. (Angga/win)