Sunday, 22 July 2018

Kader Gerindra Marah Kepada La Nyalla

Sabtu, 13 Januari 2018 — 20:46 WIB
La Nyalla.

La Nyalla.

JAKARTA (Pos Kota) – Pernyataan La Nyalla Mahmud Mattalitti yang menyerang Prabowo Subianto dan Partai Gerindra, memicu kemarahan kader berlambang kepala garuda tersebut. Tak ketinggalan, ketua DPC Gerindra Jakarta Timur, Adi Kurnia Setiadi ikut meradang.

“Pernyataan La Nyalla yang menyerang Pak Prabowo Subianto sangat tidak etis. Meski dia kecewa lantaran tidak lulus dalam Diklat Hambalang, tapi mestinya tidak melontarkan sesuatu yang memojokkan ketua dewan pembina dan menyakiti hati kader Gerindra,” kata Adi Kurnia, Sabtu (13/1).

Pendidikan dan pelatihan (Diklat) Hambalang yang berlokasi di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat, merupakan kawah candradimuka untuk menggembleng kader-kader Partai Gerindra yang bakal menjadi pemimpin masa depan Indonesia.‎ Adi juga menilai wajar jika Prabowo lalu marah pada La Nyalla yang berkoar-koar untuk maju pilgub butuh biaya puluhan miliar rupiah. Sebab, dalam proses pencalonan seseorang di Pemilu maupun Pilkada memang butuh biaya besar. Terutama soal kegiatan kampanye dan dana saksi yang mengawal proses pencoblosan sampai penghitungan suara.

La Nyalla juga semestinya memahami bahwa Prabowo merupakan orangtua di Partai Gerindra, sehingga sangat pantas apabila menegur atau menasihati kadernya. “Tapi dia malah balik marah dan memberikan pernyataan negatif terhadap Gerindra. Saya anggap dia nggak ngerti etika berorganisasi,” ujar Adi yang mendukung langkah La Nyalla keluar dari Gerindra, karena kader yang haus kekuasaan bakal jadi benalu partai.

Diketahui, La Nyalla mengaku dimintai uang saksi sejumlah Rp 40 miliar oleh Prabowo saat penjaringan bakal calon gubernur Jawa Timur 2018. “Kalaupun itu benar, sangat wajar karena semua uangnya kan dipakai buat kampanye dia juga,” cetus Adi.

La Nyalla sebelumnya mengatakan, permintaan Prabowo itu disampaikan pada tanggal 9 Desember 2017, sekitar pukul 15.00 WIB di kediaman Prabowo di Hambalang, Sentul, Jawa Barat. Menurut La Nyalla, Prabowo menyuruh dirinya memberikan uang itu sebelum tanggal 20 Desember 2017 agar dia bisa direkomendasikan Gerindra sebagai calon gubernur. ‎(joko)