Saturday, 22 September 2018

Kali Ini Peradi Gelar Acara Santunan Anak Yatim

Sabtu, 13 Januari 2018 — 15:20 WIB
Peradi menggelar acara untuk santunan anak yatim-piatu di Panti Asuhan Vincentius, Senen, Jakpus, Jumat (12/1) malam.

Peradi menggelar acara untuk santunan anak yatim-piatu di Panti Asuhan Vincentius, Senen, Jakpus, Jumat (12/1) malam.

JAKARTA (Pos Kota) – Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) menggelar memberikan bantunan kepada anak yatim-piatu di Panti Asuhan Vincentius, Senen, Jakarta Pusat, Jumat (12/1) malam.

Acara tersebut sekaligus merayakan pasca Natal dan Tahun Baru 2018. Sekitar 500 anak dari Panti Asuhan Vincentius mendapatkan bantuan berupa paket kebutuhan sekolah.

“Tahun ini kami ingin merajut kebersamaan dengan merayakannya bersama anak-anak panti asuhan. Hal ini merupakan wujud dari rasa kepedulian sosial Peradi terhadap sesama anak bangsa. Di samping itu, memiliki kepedulian terhadap sesama, merupakan bukti kasih kita kepada Yesus Kristus,” ujar Ketua Umum Peradi Juniver Girsang.

Menurutnya, pihaknya mengadakan perayaan Natal dan Tahun Baru di panti asuhan karena jika digelar di hotel memiliki kesan ekslusif. Jika berkesan ekslusif maka terkesan Peradi tidak tidak peduli terhadap situasi masyarakat yang kurang mampu.

Oleh karena itu DPN  Peradi memutuskan perayaan Natal harus digelar di panti asuhan yang perlu mendapatkan perhatian dari Peradi. Apalagi anak- anak panti asuhan juga merupakan kader bangsa.

“Sebelumnya kita juga sudah mengunjungi panti asuhan yang berada di kolong Jembatan Tiang Bendera Jakarta Utara dan akhirnya kita memutuskan perayaan di yayasan Vincecius,” jelasnya.

Dalam kesempatan ini Juniver juga menuturkan perayaan Natal di Panti Asuhan Vincencius dikoordinir oleh panitia dari lintas agama dengan berlatar belakang suku bangsa yang berbeda.  Sehingga, kesan kebhinekaan dan tanpa sekat perbedaan sangat kental.

“Hal ini merupakan refleksi dari sikap toleransi kita, sikap saling menghormati, hidup berdampingan dengan rukun dan damai, dengan merajut kemajemukan dalam bingkai Pancasila, kita bhineka, kita Indonesia,” jelas Juniver Girsang.

Ia meminta agar masyarakat senantiasa saling membantu, saling menjaga kerukunan antar umat Tuhan, bersilaturahmi dengan siapapun sekalipun memiliki keyakinan dan suku bangsa yang berbeda.

Karena pada hakekatnya, perbedaan merupakan anugarah Tuhan yang harus kita syukuri sebagai kekayaan kehidupan yang dimiliki Indonesia, yang harus kita jaga agar dapat tercapainya kedamaian dan kesejahteraan.

Ketua Panitia Acara, Joelbaner, juga mengatakan, perayaan Natal dan Tahun Baru di hotel-hotel mewah manfaatnya hanya dinikmati orang-orang mampu saja. Tapi, kali ini, kami sengaja ingin berbagi bersama anak-anak panti asuhan, agar mereka juga dapat menikmati dan merasakan serta berbahagia bersama Peradi,” tuturnya. (Adji/win)