Tuesday, 24 April 2018

Masih Nego, Operator yang Gabung OK Otrip Minta 3.800 per Kilometer

Sabtu, 13 Januari 2018 — 12:39 WIB
dokumentasi

dokumentasi

JAKARTA (Pos Kota) – Kepala Dinas Perhubungan mengatakan Andri Yansyah hingga saat ini terdapat 100 unit operator yang sudah bergabung dalam program OK Otrip. 100 unit armada tersebut terdiri dari beberapa operator angkutan kota di Jakarta.

Andri menambahkan kemungkinan operator lain masih dapat bergabung dalam program integrasi transportasi massal itu. Sehingga dikatakan Andri, unit yang akan digunakan juga bisa bertambah.

“Ada 100 unit. Yang sudah bergabung itu dari Komilet, Kopamilet, Budi Luhur, Kolamas, Purimas dan KWK (Koperasi Wahana Kalpika),” kata Andri, Sabtu (13/1/2018).

Lebih lanjut Andri menjelaskan operator yang tergabung dalam OK Otrip akan dibayar berdasarkan rupiah per kilometer. Menurut Andri hingga saat ini kesepakatan besaran tarif per kilometer belum disepakati oleh keseluruhan operator.

“Ini yang masih sedikit lagi deal. Mereka mintanya sekitar Rp3.800. Tapi ada beberapa operator yang sudah oke, di bawah Rp3.800. Nanti kita mau flat semua, biar sama,” tandasnya.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan ujicoba program OK Otrip pada 15 Januari hingga 15 April mendatang. Dalam ujicoba tarif yang berlakukan Rp3.500 untuk sekali perjalan. Tarif tersebut lebih rendah dari tarif resmi yang nantinya akan diterapkan yakni sebesar Rp5.000 sekali jalan.

Ujicoba program OK Otrip akan dilakukan di empat titik wilayah yakni Warakas, Duren Sawit, Jelambar, dan Lebak Bulus. Ujicoba tersebut merupakan implementasi sekaligus simulasi dan sosalisasi kepada warga. (ikbal/win)