Saturday, 15 December 2018

Tak Semudah Main Sandiwara

Sabtu, 13 Januari 2018 — 5:32 WIB
nhh

HALO apa kabar Bapak? Bagaimana rasanya dicalonkan jadi pemimpin daerah. Mau jadi apa? Walikota, bupati, apa gubernur? Oh, kenapa gagal? Nggak jadi begitu? Wah, gawat dong, mana sudah syukuran ya? Ya, nggak apa-apa lah. Bukannya Bapak dulu artis? O, kalau gitu lanjutkan saja karya-karya Anda. “ Memang sudah ditakdirkan hidup Bapak dan Ibu di situ, jadi artis?” Seseorang bicara dengan Bang Jalil , penuh semangat.

Jaman now ini, memang banyak orang dari jalur lain ikutan nimbrung di politik. Ya, tadi para artis misalnya, banyak yang menduduki karis di DPR, sampai pemimpin daerah. Bahkan sekarang ini, gubernur termuda itu dari kalangan artis.

“Cuma kata ibu tetangga sebelah, para artis yang masuk ke lembaga DPR nggak ada suaranya. Anteng-anteng aja, alias melempem. Begitu juga yang jadi pimpinan daerah, gerakannya nggak sehebat kalau berperan di film atau sinetron?” ujar istri Bang Jalil lagi, sambil menyodorkan kopi.“ Malah yang heboh kasusnya, ya Pak?” sambung sang istri.

“Ibu jangan bikin gaduh, ah,” kata Bang Jalil sambil menyeruput kopi.

“Lho, ibu kan juga bertanggung jawab, Pak. Karena, asal Bapak tahu aja, itu yang pada pilih artis kan kebanyakan ibu-ibu? Tapi, ternyata jadi pemimpin nggak semudah main sandiwara?”
Bang Jalil nggak menjawab. Sebenarnya orang yang terjun di karier politik mah, siapa saja boleh, dari semua kalangan. Mau artis, pedagang kelontong, buruh, pengusaha, termasuk pengangguran juga oke? Yang penting mampu. Begitu.

“Yang nggak boleh itu kalau sudah jadi pejabat pada korupsi ya, Pak?” kata si istri lagi.

“Jangan bikin gaduh!” kata Bang Jalil lagi.

“Bapak kan artis juga ya. Dulu pernah main lenong kan?” ujar istri Bang Jalil lagi, sambil tersenyum.

Bang Jalil tersenyum juga. Senyum kecut. -massoes

Jika Bersuami Lelaki Genit Make-Up Sebulan Rp 5 Juta