Monday, 22 January 2018

Uji Coba OK Otrip, Seminggu Warga Naik Angkot Gratis

Sabtu, 13 Januari 2018 — 10:58 WIB
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah.(ikbal)

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah.(ikbal)

JAKARTA (Pos Kota) – Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah mengatakan menggratiskan pengguna angkutan kota yang telah tergabung dalam program OK Otrip pada Minggu pertama.

Andri menjelaskan, pada ujicoba 15 Januari itu mendatang, tidak ada pemotongan saldo bagi pemegang kartu OK Otrip saat menggunakan ada angkot.

Andri menambahkan karena tidak ada pemotongan saldo, maka diputuskan dalam minggu pertama baik yang sudah memiliki kartu OK Otrip maupun yang belum digratiskan naik angkot. Hal Ini tidak berlaku jika perjalanan dilanjutkan dengan moda Transjakarta.

“Tiga bulan gak bayar lho. Kan tap pertama di angkot kan nol rupiah. Kalau dia gak naik Transjakarta, ke pasar doang balik lagi, nol rupiah. Kali tiga bulan. Enak gak? Dalam satu minggu kita beri kesempatan kita gratisan aja. Orang ada kartu gak ada kartu gratis. Kan naik pertama gratis,” kata Andri, Sabtu (14/1/2018).

Gratis biaya selama pekan pertama itu dikatakan Andri juga untuk mengajak warga untuk membeli kartu OK Otrip.  Kartu OK Otrip dijual dengan harga Rp40.000 dengan saldo Rp20.000.  “Sekaligus kita suruh beli kartu nanti. Harga kartunya Rp40 ribu saldonya Rp20 ribu,” imbuh Andri.

Andri menjelaskan ujicoba program OK Otrip akan dilaksanakan di empat wilayah dengan tarif Rp3.500 dalam satu perjalanan. Empat titik wilayah tersebut yakni di Warakas, Duren Sawit, Jelambar, dan Lebak Bulus. Andri menegaskan ujicoba merupakan implementasi sekaligus sosalisas kepada warga. “Ini implementasi sekaligus simulasi dan sosialisasi,” pungkasnya. (ikbal/win)