Monday, 22 January 2018

Uni Afrika Tuntut Permintaan Maaf dan Penarikan Pernyataan dari Trump

Sabtu, 13 Januari 2018 — 15:03 WIB
Presiden AS, Donald Trump. (ist)

Presiden AS, Donald Trump. (ist)

AFRIKA – Sebanyak 54 negara Afrika yang tergabung dalam Uni Afrika, menuntut Presiden AS, Donald Trump, untuk meminta maaf setelah menyebut mereka sebagai negara “shithole” alias kumuh atau lubang kotor.

“Misi Uni Afrika marah dan kecewa atas pernyataan Donald Trump, Presiden Amerika Serikat, yang menodai citra Amerika sebagai negara yang menghormati perbedaan dan martabat manusia,” demikian pernyataan misi Uni Afrika untuk Amerika Serikat dalam pernyataan bersama seperti dikutip Sky News.

“Kami mendesak agar Tuan Trump menarik pernyataannya dan meminta maaf tidak hanya kepada warga negara-negara Afrika, tetapi juga kepada seluruh warga keturunan Afrika di dunia.”

Pernyataan ini keluar setelah 54 duta besar negara Uni Afrika menggelar sidang darurat terkait pernyataan Trump.  “Kami sangat prihatin dengan meningkatnya tren kebencian dari pemerintah AS terhadap negara dan warga keturunan Afrika serta warga kulit berwarna. Bahkan untuk pertama kalinya, kami sepakat dalam satu hal: Trump harus meminta maaf dan menarik pernyataannya yang rasis dan xenofobik.”

Trump sendiri mencoba membantah bahwa dirinya menyebutkan kata tak pantas tersebut. Namun, sejumlah senator yang menghadiri pertemuan di gedung Putih saat itu, membenarkan jika benar Donald Trump menyebut Haiti dan Afrika sebagai negara “Shithole”.

Sementara itu, mantan perdana menteri Haiti Laurent Lamothe, melalui akun Twitternya mengatakan , “Dunia menyaksikan pernyataan sangat rendah yang tak bisa diterima.” (embun)