Monday, 23 April 2018

Warga Kepulauan Seribu Segera Miliki Kapal Jenazah

Sabtu, 13 Januari 2018 — 20:04 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA (Pos Kota) – Permintaan warga Kepulauan Seribu, Jakarta terkait pengadaan kapal jenazah nampaknya akan segera membuahkan hasil. Dengan adanya kapal jenazah nanti apabila ada warga yang meninggal di darat dapat dengan mudah diangkut tanpa harus menyatu warga maupun wisatawan.

Bupati Kepulauan Seribu, Irwansyah mengakui pengadaan kapal jenazah segera terealisasi. Bahkan saat ini prosesnya sudah berlangsung untuk mengadaan dua kapal pengangkut jenazah.

“Kami sudah rapat membahas terkait kesiapan kelengkapan dokumen lelang pengadaan dua kapal jenazah. Mudah-muhan tahun ini semua akan terealisasi,” ujar Irmansyah, Sabtu (13/01).

Diungkapkan oleh Bupati, memang saat ini persiapan mulai dari perencanaan, proses pelelelangan, tahap pemeriksaan dan pengujian itu agar berlangsung dengan baik.

Bahkan dalam proses lelang ini juga melibatkan orang-orang yang mempunyai otoritas. Ini dilakukan agar supaya kapal-kapal ini memiliki dokumen dan perizinan yang sesuai dengan ketentuan yang ada.

“Saya berharap, pengadaan kapal jenazah selesainya sebelum Asian Games 2018 agar bisa dimanfaatkan untuk warga Pulau Seribu yang membutuhkan,”ungkapnya.

Saini,35, warga Pulau Tidung, mengaku sangat senang dengan adanya rencana tahun ini kapal jenazah terealisasi. Menurutnya, memang selama ini warga Pulau Seribu jika ada keluarganya meninggal didarat kesulitan untuk membawanya ke pulau.

“Selama ini apabila ada yang meninggal kami angkut menggunakan kapal ojek. Bahkan kami juga harus merogoh kocek lebih dalam antara Rp3 hingga 6 juta. Selain itu jenazah ini juga jadi satu dengan barang dagangan warga serta wisatawan yang akan berlibur ke Kepulauan Seribu, makanya adanya pengadaan kapal tahun ini kami sangat mendukung,”terang Saini.

Ditambahkan oleh Warga Pulau Tidung, memang sebelumnya ada kapal milik PMI Kepulauan Seribu yang mengangkut jenazah secara gratis. Namun, sejak 2016 kapal tersebut tidak dapat melayani karena rusak berat.

Sekedar diketahui, anggaran pengadaan kapal jenazah sebesar Rp 2,7 miliar. Tahun 2017 lalu sempat gagal lelang karena keterbatasan waktu, untuk itu diharapkan tahun ini program ini benar-bener terealisasi. (wandi)