Saturday, 20 October 2018

KPK Masih Diamkan Permintaan Terdakwa ini

Minggu, 14 Januari 2018 — 20:10 WIB
Ketua DPR RI,  Setya Novanto,  dikawal petugas untuk menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta Selatan, beberapa hari lalu. (rihadin)

Ketua DPR RI, Setya Novanto, dikawal petugas untuk menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta Selatan, beberapa hari lalu. (rihadin)

JAKARTA (Pos Kota) –Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum memberikan jawaban atas permintaan terdakwa kasus E-KTP Setya Novanto yang ingin menjadi Justice Collabolator (JC). Justice collaborator merupakan terdakwa yang ingin bekerja sama dengan penyidik dalam mengungkap kasus korupsi yang melibatkannya.

“Mengabulkan atau tidak posisi JC tidak bisa dilakukan secara cepat. Butuh pertimbangan yang cukup panjang,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Minggu (14/1).

Sampai saat ini, KPK masih mengkaji mengenai tawaran terdakwa untuk menjadi Justice Collaborator tersebut. KPK juga akan melihat konsistensi terdakwa selama di persidangan apakah kooperatif dan mengakui perbuatannya atau tidak.

“Jika masih berbelit-belit dan tidak mengakui perbuatan tentu saja itu akan menjadi faktor tidak dikabulkannya JC. Jadi kami butuh waktu, kita lihat perkembangan proses penyidikan dan proses persidangan yang sedang berjalan ini sampai tahap akhir nanti,” tutur Febri.

KPK sendiri melihat adanya sikap kurang kooperatif Novanto di awal-awal penetapannya sebagai tersangka hingga persidangan belum bisa dijadikan acuan. “Permohonan menjadi JC kan baru disampaikan saat dimulainya sidang. Kami butuh waktu untuk menganalisa lebih lanjut,” tambahnya.(julian/us)