Sunday, 22 July 2018

Negara-Negara Arab Akan Bujuk PBB Akui Negara Palestina dengan Ibukota Yerusalem

Minggu, 14 Januari 2018 — 8:32 WIB
Menteri Luar Negeri Jordania Ayman Safadi.(Ist)

Menteri Luar Negeri Jordania Ayman Safadi.(Ist)

JORDANIA – Negara-negara Arab akan segera melakukan langkah diplomatik untuk membujuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengakui negara Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya di wilayah yang direbut Israel pada  perang 1967.

Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Jordania Ayman Safadi seperti dilansir Reuters, Sabtu (13/1/2018).

Menurutnya, enam menteri luar negeri Arab bertemu di Amman untuk menindaklanjuti keputusan-keputusan yang diambil Liga Arab sebelumnya menanggapi langkah Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Desember yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Pernyataan Trump tersebut sebuah keputusan yang membalik kebijakan AS mengenai Timur Tengah yang telah berlaku selama beberapa dekade.

Sebuah komite yang beranggota Mesir, Maroko, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, pihak Palestina dan dikepalai olehJordania dibentuk setelah sidang darurat Liga Arab di Kairo beberapa saat setelah keputusan Trump yang menyerukan Washington agar membatalkan keputusannya.

Liga Arab menyatakan pada waktu itu langkah tersebut akan memicu kekerasan di kawasan dan melukiskan pengumuman Trump sebagai “pelanggaran hukum internasional yang berbahaya” yang tak memiliki dampak hukum.

Safadi mengatakan para menteri akan merekomendasikan serangkaian langkah untuk menyelenggarakan pertemuan para menteri Liga Arab yang dijadwalkan akhir bulan ini.

Sekjen Liga Arab Ahmed Aboul Gheit mengatakan pertemuan tingkat menteri juga akan membahas peran Washington dalam pemeliharaan perdamaian Arab-Israel di masa depan yang negara-negara anggota menyatakan sekarang dibahayakan oleh apa yang mereka lihat bias AS terhadap Israel.

Negara-negara Arab, lanjut dia, juga akan membahas apakah menyelenggarakan konferensi tingkat tinggi luar biasa bagi para pemimpin mereka atau menunggu sampai KTT yang dijadwalkan di Riyadh, ibu kota Arab Saudi, pada akhir Maret.(Tri)