Wednesday, 24 October 2018

Rawan Kecelakaan, warga Semanan Minta Dibangun Pintu Lintasan KA

Minggu, 14 Januari 2018 — 12:55 WIB
Penjaga perlintasan kereta di Gaga Utama tengah berbincang dengan Ketua Dekot Jakbar, M. Masykur. (tarta)

Penjaga perlintasan kereta di Gaga Utama tengah berbincang dengan Ketua Dekot Jakbar, M. Masykur. (tarta)

JAKARTA (Pos Kota) – Warga Semanan, Kalideres, Jakarta Barat (Jakbar) meminta PT Kereta Api memperhatikan perlintasan kereta yang tidak ada palang pintunya dengan dibangun pintu secara permanen. Sehingga tidak membahayakan pengguna jalan.

Di wilayah Kelurahan Semanan, terdapat empat perlintasan kereta yang palang pintunya dibuat warga dari bambu dan dijaga sukarela oleh warga guna menghindari kecelakaan. Yaitu perlintasan Jalan Semanan Raya, Jalan Gaga Utama, Jalan Warung Pojok dan Jalan H. Mukmin.

Dari pantauan di pintu perlintasan kereta Jalan Gaga Utama, Minggu (14/1/2018), di lokasi tersebut pintu perlintasan hanya terbuat dari bambu dan hanya di pasang di satu sisi. Sedangkan sisi satu tidak ada. Seorang warga terlihat menjaga perlintasan.a

“Kami ingin agar, PT KA membangun pintu perlintasan yang permanen. Jangan seperti ini hanya dari bambu, inipun swadaya warga untuk hindari kecelakaan,” ucap Surya, warga RW 03 Semanan.

Guna menghindari terjadinya kecelakaan, pintu perlintasan dijaga oleh warga secara sukarela selama 24 jam. Karena di lokasi tersebut sering terjadi kecelakaan. “Warga yang menjaga tidak dibayar, hanya berharap kebaikan dari pengguna jalan. Sehari paling dapat Rp20 ribu hingga Rp 30 ribu,” kata Surya.

Ketua Dewan Kota Jakbar, H. Muhammad Masykur sangat prihatin atas kurang perdulinya PT KA terhadap pintu perlintasan kereta api yang tanpa pintu. Seharusnya dibangun permanen yang lebih representatif. “Inikan menyangkut nyawa orang, seharus jadi perhatian dengan dibangun permanen,” ucapnya.

Dia juga berharap agar sukarelawan yang menjaga pintu perlintasan juga diberikan apresiasi atau insentif setiap bulannya “Mereka tanggung jawabnya berat karena menyangkut nyawa orang,” jelasnya.

Masykur menambahkan dirinya telah berkoordinasi dengan anggota LMK yang wilayahnya ada pintu perlintasan untuk bersurat ke PT KA agar memperhatikan masalah ini.

(tarta/sir)