Monday, 23 April 2018

Remaja Ikut Pesta Sejenis, Polisi Minta Aplikasi Khusus Gay Ditutup

Minggu, 14 Januari 2018 — 17:33 WIB
Kapolres Cianjur, AKBP Soliyah saat memimpin penggerebekan pesta seks sejenis di sebuah vila di kawasan Cipanas.

Kapolres Cianjur, AKBP Soliyah saat memimpin penggerebekan pesta seks sejenis di sebuah vila di kawasan Cipanas.

CIANJUR (Pos Kota) – Jumlah warga Cianjur, Jawa Barat yang bergabung dengan komunitas “pelangi” atau homo lewat aplikasi Blued cukup mencengangkan. Dari penelusuran tim Patroli Siber Polres Cianjur, sedikitnya ada 200 warganya yang bergabung dengan komunitas gay ini.

Kapolres Cianjur, AKBP Soliyah menegaskan terendusnya ratusan warga yang bergabung dengan komunitas gay ini hasil pengembangan dari terbongkarnya pesta seks homo yang melibatkan lima orang di kawasan Cipanas, Cianjur, Sabtu (13/1/2018) malam.

“Kami akan segera berkoordinasi dengan instansi terkait, minimal meredam maraknya LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual, dan Transgender) ini. Kami prihatin dengan kasus ini. Kami meminta Kominfo bisa memblokir aplikasi (Blued) ini,” tegas Soliyah kepada poskotanews.com, Minggu (14/1/2018). Ia memperkirakan ada 200 warga Cianjur bergabung dengan komunitas di aplikasi tersebut.

Diketahui, lima lelaki suka lelaki (LSL) alias gay yang digeberebek tengah berpesta seks di vila kawasan Cipanas berkenalan lewat aplikasi sosial media khusus gay, Blued. Setelah berkenalan, diotaki oleh AA (50) pria kelahiran Bali yang kini tinggal di Bandung menyewa vila kemudian mengajak empat kenalan lelaki asal Cianjur yakni AR (21), DS (39), US (33), dan seorang berstatus pelajar berusia 17 tahun berpesta seks.

“Dari lima tersangka, salah satunya masih di bawah umur,” tambah Soliyah.

(Baca: Gelar Pesta di Vila, Remaja 17 Tahun Gabung Setelah Kenalan di Aplikasi Gay)

Sial bagi mereka, aksi mesumnya itu terendus tim Patroli Siber Polres Cianjur. Hingga akhirnya, saat tengah asyik berpesta seks digerebek polisi. Sejumlah barang bukti disita, di antaranya lima celana dalam, enam HP, lima tissue super magic power, tujuh Kondom, gel/ pelumas, dua parfum. sebotol handbody, deodoran, bedak, 10 botol minuman keras dan selembar handuk.

Para tersangka terancam dijerat dengan Pasal 36 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Pronografi. Ancaman hukumannya di atas lima tahun kurangan penjara. (sule/yp)