Saturday, 20 October 2018

Seminggu Tinggalkan Rumah Ternyata Koalisi dengan PIL

Minggu, 14 Januari 2018 — 6:10 WIB
elus

DI era gombalisasi ini, koalisi ternyata bukan hanya antar partai. Istri model Muryani, 25, bisa juga melakukan. Setelah berhari-hari tinggalkan suami, dia ditemukan sedang berkoalisi dengan Haryono, 23 di alun-alun Ngawi. Tentu saja suami ngamuk, sampai kemudian dua cowok itu berkelahi berebut Muryani.

Saat pernikahan dilangsungkan, sering pak penghulu memberikan khotbah nikah, yang isinya sebetulnya tentang pakta integritas suami istri. Banyak yang mematuhi secara konsekuen ketika mengarungi biduk rumahtangga. Tapi ada juga yang baru nikah beberapa bulan sudah ketahuan punya PIL maupun WIL. Paling kurang ajar, ada juga pengantin pria saat resepsi di pelaminan malah nginceng MC-nya yang cantik.

Ny. Muryani warga Jogorogo Ngawi, rupanya perempuan yang berkarakter seperti itu. Baru beberapa bulan menikah, sudah tidak setia pada suami. Pakta integritas yang diikrarkan saat pernikahan tempo hari sepertinya hanya dianggap angin lalu. Jadi kelakuan Muryani ini sudah mendekati parpol menjelang Pilkada Serentak. Katanya sudah mantep mengusung si A, karena tak ada duitnya langsung ditinggal dan dukung jago yang lain.

Munaji, 30, selaku suami memang bukan lelaki bonafid. Penghasilannya tidak ajeg karena dia pekerja serabutan, kadang-kadang dapat pekerjaan, kadang-kadang nganggur. Padahal kerja sama nganggurnya banyakan nganggurnya. Tapi apa mau dikata, dulu keluarganya 58 % mendukung Munaji sebagai mantu yang santun dan Okeh Ngoceh.

Sejak Munaji jadi pejabat teras, maksudnya banyak duduk-duduk di teras rumah, Muryani mulai bimbang pada suami sendiri. Lalu dia ketemu cowok bernama Haryono, yang penampilannya lebih menjanjikan dari suami. Tongkrongannya boleh juga, nggak tahulah “tangkringan”-nya. Singkat cerita keduanya lalu berkoalisi, jalan bersama, makan bersama dan mungkin juga tidur bersama.

Tiba-tiba Muryani raib, pergi tanpa pesan sampai berhari-hari. Sebagai suami tentu saja Munaji gelisah, dicari ke sana kemari tak ketemu juga. Dia tak berani lapor mertua, takut malah diomeli, dituduh tidak bisa merawat istri. Dia pernah disindir mertua, yang sedikit katanya, tapi sengak didengar. “Bini itu dikasih duit, bukan hanya dikasih nafkah batin melulu. Memangnya kamu penganut kebatinan?” kata mertua.

Tiba-tiba ada yang menginformasikan bahwa Muryani sore ini ada di alun-alun Ngawi, bersama cowok. Dada Munaji langsung penuh sesak dengan rasa cemburu. Ooo, begini to, seminggu tak pulang ternyata sudah punya PIL. “Ini istri cap apa,” maki Munaji seakan meniru Asmuni Srimulat.

Munaji segera meluncur ke alun-alun. Memang betul, istrinya ada di situ bersama seorang pria. Langsung saja amarahnya ditumpahkan pada istrinya. Haryono tak urung juga kena semprot, karena berani bawa-bawa bini orang. “Kalau saya laporkan polisi, kamu bisa kena pasal perzinaan.” Ancam Munaji.

Tapi Haryono sama sekali tak merasa bersalah, sehingga segala kata-kata ancaman itu tak digubris. Justru dia nantang berantem. Tentu saja Munaji tambah emosi, situ jual gua beli! Keduanya pun berkelahi saling jotos, Muryani hanya bisa teriak-teriak minta tolong. Mau misah malah kena tonjok kepalanya, sehingga benjol sebesar bakpao isi kacang ijo.

Teriakan Muryani memancing warga yang ada di alun-alun mendekat dan memisah yang sedang berkelahi. Karena Haryono bersenjata pisau lipat, bisa kena pasal percobaan pembunuhan. Keduanya pun dibawa ke Polres Ngawi. “Bagaimana saya nggak emosi, bini seminggu pergi, ternyata ketemu bareng cowok lain.” Kata Munaji membela diri.

Itu namanya koalisi, semoga saja belum sampai ke eksekusi. (JPNN/Gunarso TS)