Friday, 20 September 2019

Jokowi: Keberagaman di Indonesia, Takdir yang Harus Kita Jaga

Senin, 15 Januari 2018 — 16:26 WIB
Presiden Jokowi pada   acara pembukaan Muktamar XII Jam'iyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu'tabaron an Nahdliyyah (JATMAN) di Pekalongan, Jawa Tengah,(ist)

Presiden Jokowi pada acara pembukaan Muktamar XII Jam'iyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu'tabaron an Nahdliyyah (JATMAN) di Pekalongan, Jawa Tengah,(ist)

JAKARTA (Pos Kota) – Presiden Jokowi  mengingatkan  keberagaman yang ada di Indonesia adalah anugerah Allah yang diberikan, takdir yang harus kita jaga dan perkuat bersama-sama.

“Kita memiliki 714 suku, agama ada bermacam-macam, dan 1.100 bahasa lokal yang berbeda-beda. Inilah anugerah Allah yang diberikan, takdir yang harus kita jaga dan perkuat bersama-sama,” ucap Jokowi.

Itu disampaikan Jokowi pada   acara pembukaan Muktamar XII Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu’tabaron an Nahdliyyah (JATMAN) di Pekalongan, Jawa Tengah, Senin (15/1).

Menurut Kepala Negara, keberagaman dan kekayaan budaya inilah yang pernah membuat Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani, terkejut mendengarnya.

Saat bertemu Presiden Joko Widodo, Ashraf Ghani sempat memberikan pesannya kepada Presiden untuk betul-betul menjaga persaudaraan dan kemajemukan.

Presiden meyakini  ketika seseorang mendalami, mempelajari dan mengamalkan agama Islam, yakni apa yang sudah dicontohkan oleh Rasulullah Nabi Muhammad SAW akan menjaga kerukunan.

“Maka orang itu akan selalu menjaga betul yang namanya Ukhuwah, baik Ukhuwah Islamiyyah, Ukhuwah Wathaniyyah dan Ukhuwah Basyariyyah,” ujar Jokowi.

Dalam kesempatan itu, Jokowi  juga mengajak masyarakat untuk selalu mengasah kepekaan sosial dengan terus membantu saudara-saudara kita yang dilanda kesusahan dan kemiskinan. Mereka harus kita bantu agar dapat hidup lebih baik dan lebih sejahtera.

“Merekalah yang harus kita bantu agar mereka dapat hidup lebih baik dan mereka dapat hidup lebih sejahtera. Agar mereka mendapatkan kesempatan yang sama dalam mendapatkan layanan pendidikan, akses layanan kesehatan, dan memperbaiki kesejahteraan mereka,” tuturnya.

Turut hadir mendampingi Presiden, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Ra’is ‘Am Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu’tabaron an Nahdliyyah Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya. (Johara/win)