Saturday, 18 August 2018

Sopir Terios yang Tertabrak KA dan Tewaskan Tiga Penumpang Diduga Gunakan Sabu

Selasa, 16 Januari 2018 — 21:50 WIB
Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Alexander Yurilho didampingi tim reskrim saat mengecek mobil Daihatsu Terios yang ringsek atau rusak parah.  (anton)

Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Alexander Yurilho didampingi tim reskrim saat mengecek mobil Daihatsu Terios yang ringsek atau rusak parah. (anton)

TANGERANG (Pos Kota) – Sopir maut Terios yang tertabrak kereta pengakut barang batu bara saat melintas di perlintasan kereta api, Kampung Pladen, Pondok Ranji, Ciputat Timur diduga kuat mengkonsumsi atau menggunakan zat adiktif sebelum kecelakaan tersebut.

“Hasil pemeriksaan dan pengecekan darah di laboratorium mereka yang dalam kondisi kritis sekarang ini di rumah sakit diduga menggunakan zat adiktif sebelum berkendaraan, ” kata Kepala Satuan (Kasat) Reskrim Polres Tangerang Selatan (Tangsel) Ajun Komisaris Polisi (AKP) Alexander Yurikho, Selasa (16/1).

Yang jelas positif (zat adiktif) secara kuat dalam darahnya adalah sang supir yang kini masih dalam keadaan kritis. Selain sopir, kedua penumpang yang masih kritis dan dirawat pun ternyata positif mengkonsumsi zat adiktif jenis Amphetamine dan methamphetamine (sabu).

(Baca: Kereta Batubara Hajar Terios Tewaskan 3 Orang dan Empat Luka)

Pihak kepolisian saat ini sudah mengantongi identitas calon tersangka dalam insiden maut tersebut. “Kami sudah mengantongi identitas yang akan dijadikan tersangka, meski sampai saat ini belum ada yang kami tetapkan,” katanya yang menambahkan pihaknya juga tengah mencari pemilik sesungguhnya dari mobil Daihatsu Terios tersebut.

“Dari keterangan sementara korban penumpang yang masih dirawat di RS Sari Asih, Ciputat, mobil itu adalah milik rental, bukan taksi online atau punya pribadi salah satu penumpang,” tuturnya.

Sebelumnya diberitakan tiga tewas dan tiga luka akibat mobil Terios dihantam kereta barang jurusan Jakarta – Merak di pintu perlintasa kereta Kampung Pladen, Pondok Ranji, Ciputat Timur.

Ketiga korban yang meninggal dunia antara lain Nazwa 17, ( pelajar) warga Pondok Ranji Ciputat, Tangsel, Abdrian ,27, karyawan swasta alamat Kedaung, Pamulang dan Yulianti,30, (ibu rumah tangga) warga Limo Depok.

Yang luka berat dan kritis masih dalam perawatan di RSU Tangerang yaitu Nurlela,17 (pelajar) alamat Sawah Baru, Ciputat dan Jeniar, 20, alamat Kedaung , Pamulang sedangkan luka ringan Antoni Ibrahim, 22, (pengemudi ojek) , alamat, Kedaung, Pamulang. Kasusnya kini ditangani Polres Tangsel. (anton)