Saturday, 20 July 2019

Becak Dibiarkan Beroperasi Jakarta Bakal Semakin Semrawut

Rabu, 17 Januari 2018 — 1:53 WIB
Razia becak di Jakarta Utara. (dok)

Razia becak di Jakarta Utara. (dok)

JAKARTA (Pos Kota) – Gubernur Anies Baswedan diminta berpikir ulang untuk kembali menghidupkan kembali becak di Jakarta. Pasalnya keberadaan angkutan roda tiga tersebut hanya akan menambah kesemrawutan lalu lintas ibukota.

Hal ini disampaikan Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ), Iskandar Abu Bakar, Selasa (16/1). Ia meminta hal itu setelah menghitung sisi positif dan negatifnya bila becak diperbolehkan beroperaso di Jakarta.

Bila berkaca pada sisi positifnya, kata Iskandar, diperbolehkannya becak kembali beroperasi di jakarta dapat mengurangi pengangguran. Tapi sisi lain yang harus diperhatikan ialah terkait kondisi lalu lintas yanga ada saat ini.

“Pasti dengan diperbolehkannya becak beroperasi di ibukota akan berdampak pada kelancaran lalu lintas. Ini yang perlu perhatian dan dipikirkan,” ujar Iskandar.

Mengingat banyaknya angkutan umum yang ada di jalan ibukota saat ini. Mulai dari angkutan reguler, Transjakarta hingga ojek online. “Meskipun beroperasi di permukiman, bagaimana cara mengendalikannya. Apa bisa dipastikan bahwa becak itu tidak keluar ke jalan raya?,” sambungnya.

Iskandar mengusulkan bila Pemprov DKI Jakarta tetap menginginkan becak kembali beroperasi, sebaiknya ditempatkan di lokasi wisata, seperti yang dilakukan di kota-kota besar di Eropa.

“Di Jerman maupun Singapura ada beberapa becak. Tapi khusus untuk lokasi wisata, sehingga tidak mengganggu lalu lintas,” ucap mantan Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) ini.

SAMBUT GEMBIRA

Sementara itu, pengemudi becak menyambut antusias rencana Pemprov DKI Jakarta kembali memperbolehkan mereka beroperasi. “Pasti senang. Karena selama ini kami selalu dikejar-kejar Satpol PP, dengan alasan becak tidak boleh berkeliaran di jalan,” ucap Bambang, 50, tukang becak di kawasan Semper, Koja, Jakarta Utara.

Diperbolehkan becak beroperasi di Jakarta diharapkan bisa mendongkrak pendapatannya. “Sekarang sehari dapat Rp30 ribu saja sudah bagus, karena setiap hari Satpol PP selalu ngejar-ngejar melulu. Padahal, saya narik becak buat kasih makan anak-istri,” tuturnya.

Nian, 48, tukang becak lainnya, juga mengaku sama dengan Bambang. Tukang becak di kawasan Semper ini, berterima kasih dengan Gubernur Anies yang membolehkan becak beroperasi di Jakarta. “Ini baru pemimpin sejati karena berpihak kepada wong cilik,” ucapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Gubernur Anies berencana menghapus pelarangan becak di Jakarta. Alasannya, angkutan roda tiga itu masih dibutuhakn warga, tertutama di perkampungan. (deny/ruh/st)