Friday, 20 September 2019

Diilhami Begawan Wisrawa Kakek Cabuli ABG di Kamar

Rabu, 17 Januari 2018 — 6:55 WIB
mauengga

TABIAT Mbah Kasangke, 57, sungguh nggak nyangke. Dalam usia hampir kepala 6, masih nginceng gadis ABG. Mungkin diilhami Begawan Wisrawa dalam kisah wayang, ABG Ismah, 15, diajak masuk ke kamar dan kemudian dicabuli bak Dewi Sukesi. Meski telat ketahuannya, akhirnya dilapor ke polisi juga.

Hidup menduda dalam usia belum terlalu tua, rupanya banyak lelaki jadi tersiksa. Jika punya dana dan cong-congan, bisa saja langsung menikah lagi. Tapi tak semunya hasrat aspirasi arus bawah ini bisa disalurkan, sebab banyak juga anak-anaknya menolak niat bapaknya. Intinya takut warisan kelak jatuh ke bini baru. Maka selalu mengatakan, “Sudah tua ngapain kawin lagi? Mending cari pahala, jangan ngurusi paha!”

Mbah Kasangke warga Pamenang, Jambi, peruntungannya sungguh buruk. Dalam usia 50 tahun ditinggal mati istri. Akhirnya dia mendadak menyandang status duda. Banyak sebetulnya janda-janda yang mau dipersuntingnya, tapi anak-anak berkeberatan. Makanya setiap Mbah Kasangke melempar gagasannya, selalu ditolak forum anak-anaknya.

Padahal bagi kakek yang masih demikian enerjik, kehadiran seorang wanita masih sangat diperlukan seperti layaknya sembako. Tapi putra-putri Mbah Kasangke tak memahami aspirasi sang ayah. Bagi mereka buat apa istri baru? Toh soal masak, anak-anak siap meladeni. Baju kotor juga ada yang mencuci, mau menghisap rokok pilih Kansas apa Gudang Garam tinggal perintah.

Tapi kebutuhan lelaki kan tidak hanya itu. Ada kebutuhan prinsipil nan nyempil, yang tak bisa diwakili oleh anak-anak. Ada 4 B yang jadi masalah baru, tapi ada juga masalah 1 B lama yang sudah dihilangkan oleh Mbah Kasangke ini. Empat B baru adalah: budeg, beser, buyutan dan blawur (tak jelas melihat). Sedangkan 1 B lama adalah: birahi!

Tapi ya itu tadi, kebutuhan satu itu selalu diveto oleh anak-anak. Meski itu pelanggaran HAM berat, tak mungkin lapor ke Natalius Pigai di Komnas HAM. Dalam kondisi kesepian sedemikian rupa, tiba-tiba terlintas di benaknya, gadis ABG anak tetangga yang suka ngglibet main ke rumah. “Dalam kondisi gawat darurat syahwat, ketemu ABG juga tak masalah,” kata setan memberi semangat dan pembenaran.

Karena dapat dukungan setan tanpa bayar mahar Rp 40 miliar, Mbah Kasangke jadi tambah semangat saja. Melihat Ismah melintas depan rumahnya, langsung dipanggil dan diajak masuk rumah. Karena selama ini Mbah Kasangke merupakan sosok yang dituakan, tentu saja Ismah menurutinya tanpa curiga.

Wih…., melihat Ismah dalam jarak dekat, jadi seperti Begawan Wisrawa ketemu Dewi Sukesi dalam kisah perwayangan. ABG Ismah pun diajak masuk kamar, katanya mau diberi sesuatu. Lagi-lagi bak Dewi Sukesi yang mau diwejang ilmu Sastrajendra Hayuningrat Pangruwating Diyu, sang ABG nurut saja. Tapi di kamar bukannya diwejang, malah dipaksa digoyang.

Tentu saja Ismah menolak. Tapi seberapa sih kekuatan gadis muda melawan Kasangke yang masih rosa-rosa kayak Mbah Marijan? Hanya sekali gebrak, skor sudah berubah jadi 1-0. Karena diancam akan dicelakakan, meski kejadian Agutus 2017, baru awal Januari ini Ismah buka kartu pada orangtuanya. Tak ayal Mbah Kasangke dilaporkan ke polisi dan ditangkap. “Saya sudah lama nggak begituan,” kata si embah.

Mau begini, mau begitu, ya urusan simbah dong ah. (JPNN/Gunarso TS)