Thursday, 15 November 2018

Sulit Dapat Kerja, Warga Serbu Lowongan Tenaga Pendamping OK OCE

Rabu, 17 Januari 2018 — 17:34 WIB
Kasudin KUKMP Jakbar, Nuraeni Sylviana saat pengarahan kepada 34 tenaga pendamping OK-OCE. (Rachmi)

Kasudin KUKMP Jakbar, Nuraeni Sylviana saat pengarahan kepada 34 tenaga pendamping OK-OCE. (Rachmi)

JAKARTA (Pos Kota) – Sulit mendapatkan pekerjaan, masyarakat menyerbu lowongan tenaga pendamping dalam program OK-OCE. Di Jakarta Barat misalnya, sedikitnya 160 pelamar mulai D3 hingga magister (S2) untuk diterima menjadi pendamping. Padahal yang dibutuhkan hanya 34 orang.

“Animo warga untuk bekerja sebagai tenaga pendamping OK-OCE, tinggi. Sesuai kebutuhan, kami hanya menerima 34 orang dari 160 pelamar,” kata Kepala Suku Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (KUKMP) Jakbar, Nuraeni Sylviana, Rabu (17/1/2018).

Dikatakannya, 34 tenaga pendamping itu akan disebar di delapan sekretariat OK-OCE yang bertugas merekrut calon wirausaha baru di 56 kelurahan dengan prioritas warga miskin. Serta wajib memberikan pendampingan dan pembinaan kepada warga yang ingin menjadi wirausaha baru.

Tenaga pendamping harus memiliki pengalaman kerja, mampu berkomunikasi dan menjalin hubungan dengan masyarakat. Sehari-harinya, petugas khusus ini dipimpin Kasatpel KUKMP kecamatan dan dua petugas di suku dinas. Setiap tiga bulan, kinerja 34 tenaga pendamping akan dievaluasi.

“Keberadaan tenaga pendamping ini sangat penting untuk merealisasikan program OK-OCE yang akan mencetak sekitar dua ribu wirausaha baru di Jakbar,” ujarnya.

Nuraeni menjelaskan tahun ini pihaknya menargetkan mampu mencetak sekitar dua ribu wirausaha. Angka ini mengacu data BPS. (Rachmi/win)