Sunday, 21 October 2018

Antar Menteri Beda Data, DPR Awasi Impor Beras

Kamis, 18 Januari 2018 — 21:16 WIB
Menteri Perdagangan Enggar Tiasto Lukita. (dok/timyadi)

Menteri Perdagangan Enggar Tiasto Lukita. (dok/timyadi)

JAKARTA (Pos Kota) –Menteri Perdagangan Enggar Tiasto Lukita dinilai tidak memiliki data mengenai stok beras di Indonesia. Anehnya, pemerintah memutuskan untuk mengimpor beras. Padahal berdasarkan data di Kementerian Pertanian, mestinya stok beras cukup hingga panen raya.

Karena dianggap tidak jelas, Komisi VI DPR akan membuat tim yang melakukan pengawasan mengenai rencana pemerintah tersebut. Ketua Komisi VI DPR Teguh Juwarno mengatakan komisi akan membentuk tim untuk mengawasi rencana impor 500 ribu ton beras.

“Kami akan membuat tim karena data yang saat ini tidak jelas. Menteri sendiri mengakuinya padahal pemerintah memiliki kewenangan untuk itu,” kata Teguh Juwarno, Kamis (18/1).

Dikatakan politisi PAN ini, kebijakan impor beras merupakan kewenangan pemerintah. Meski begitu DPR mempunyai wewenang untuk mengawasi kebijakan pemerintah yang dinilai strategis tapi tidak berpihak kepada rakyat.

“Impor itu keputusan pemerintah namun harus diawasi, apalagi jika berpotensi merugikan petani. Apalagi Mentan pernah menyebut bahwa Indonesia mampu swasembasa beras. Ini benar-benar kontradiktif,” katanya.(us)