Wednesday, 21 November 2018

Dirlantas Minta Kebijakan Anies Soal Becak Dikaji Ulang

Jumat, 19 Januari 2018 — 18:35 WIB
Petugas sedang menjaring becak yang berkeliaran di jalanan. (Wandi)

Petugas sedang menjaring becak yang berkeliaran di jalanan. (Wandi)

JAKARTA (Pos Kota) – Dirrektur Lalulintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya Kombes Halim Pagarra menyebut perlunya kajian ulang dan mendalam terkait kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan kembali mengoperasikan becak di Ibu Kota. Pasalnya, masalah baru akan timbul seperti kemacetan dan naiknya angka kecelakaan.

Meski begitu, Halim mengaku tetap mendukung kebijakan Anies. Namun, Halim menyarankan agar becak lebih baik dioperasikan di sekitar pemukiman warga atau tempat wisata bukan di jalan protokol.

“Sebenarnya, itu perlu dikaji ulang untuk masuk ke kota. Namun kalau demikian sarannya, mungkin di tempat pemukiman yang belum terjangkau dengan transportasi umum. Kedua di tempat-tempat wisata dalam lingkungan, Taman Mini bisa,” kata Halim saat dikonfirmasi, Jumat (19/1/2018).

Menurut Halim, transportasi yang ada saat ini di Jakarta seperti transportasi online dan angkutan umum sebenarnya sudah bisa memenuhi kebutuhan warga untuk menjangkau semua masyarakat hingga ke pemukiman.

Bahkan, kata Halim, jika becak dioperasikan kembali maka akan berdampak pada masalah baru seperti kemacetan dan kecelakaan.

“Menurut data, korban sepeda motor itu sudah banyak, pelanggaran kecelakaan oleh sepeda motor. Kemudian kalau becak ini rentan juga terjadi kecelakaan, apalagi kemungkinan lawan arus bisa timbulkan kecelakaan. Mereka (tukang becak) juga ngetem di satu tikungan, itu bisa timbulkan kemacetan,” pungkas Halim. (Yendhi/b)