Friday, 23 August 2019

Rumah DP Nol Rupiah Bukan Untuk Warga Miskin

Jumat, 19 Januari 2018 — 17:28 WIB
Grounbreaking yang dilakukan Gubernur DKI  Anies Baswedan.(ikbal)

Grounbreaking yang dilakukan Gubernur DKI Anies Baswedan.(ikbal)

JAKARTA (Pos Kota) – Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi menganggap program hunian rumah DP nol rupiah tidak ditujukan kepada warga kelas bawah di ibukota. Prasetyo menilai program yang merupakan janji kampanye Anies Baswedan dan Sandiaga Uno itu hanya dapat dinikmati oleh warga kelas menengah ke atas.

Prasetyo mengatakan dengan harga per unit yang mencapai Rp320 juta sulit dijangkau warga yang dikategorikan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

“Kalau rusunami yang diluncurkan Gubernur Anies itu cicilan minimal Rp1,5 juta sampai Rp2,6 juta. Artinya pendapatan minimal Rp4,5 juta. Sedangkan UMR DKI Rp3,6 juta. Jadi rusunami DP 0 rupiah itu bukan untuk masyarakat berpenghasilan rendah tapi kelas menengah,” katanya saat dihubungi, Jumat (19/1/2018).

Hal senada juga diamini oleh anak buah Anies sendiri. Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Permukiman Agustino Darmawan rumah DP nol persen di Pondok Kelapa, Jakarta Timur tidak diperuntukan bagi warga kelas bawah sekalipun memiliki pendapatan UMP DKI.

Agustino menjelaskan meski batas bawah yang diperbolehkan mengikuti pogram DP nol rupiah, namun warga harus memperhitungkan cicilan setiap bulan yang harua dibayarkan.

“Kalau di ketentuannya syarat Rp4 juta itu, kan batasannya Rp7 juta. Kalau yang empat juta kalau misalnya dia mampu ya gak papa. Kalau dikatakan bisa, penghasilannya segitu ya dia mau hidup dari mana? Kan buat bayar cicilan,” ujar Agustino.

Lebih lanjut Agustino menambahkan warga atau pekerja bergaji UMP lebih baik menyewa rumah susun daripada mengikuti Pogram DP nol rupiah. Menurut Agustino, rusunawa lebih terjangkau dari rumah DP nol persen.

“Kalau buruh UMR disarankan sih tinggal di rusunawa saja, sewa. Supaya dia sanggup. paling Rp200 ribu – Rp300 ribu paling banyak. Berat kalai DP nol rupiah. Kalau saya kan menyarankan lebih baik dia ambil rusunawa aja,” tandas Agustino. (ikbal/b)