Tuesday, 20 February 2018

OSO Mau Dilaporkan ke OJK, Karena Aliran Duit Partai

Minggu, 21 Januari 2018 — 19:35 WIB
Partai Hanura kubu OSO. (timyadi)

Partai Hanura kubu OSO. (timyadi)

JAKARTA (Pos Kota) –Konflik dua kubu di Partai Hanura makin menjadi-jadi. Kubu Sarifuddin Suding tak hanya melengserkan Ketua Umum Oesman Sapta Odang melalui Munaslub, tetapi juga mengancam melaporkan ke Mabes Polri.

Kubu Suding juga akan lapor ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) karena tudingan dugaan penggelapan dana partai. “Ranah hukum kita pilih agar persoalan selesai sesuai korridornya,” kata Wakil Ketua DPP Hanura kubu Sudding, Sudewo, Minggu (21/1).

Laporan ke OJK, kata Sudewo, karena Oemasn Sapta saat menjadi ketua umum diduga melakukan penggelapan uang. “Kami lapor ke OJK agar mereka melakukan penyelidikan dan penyidikan asal usul uang tersebut yang masuk kepada OSO Securities,” lanjut dia.

Sudewo mengatakan pihaknya sudah mengantongi bukti transfer ke OSO Securitas. Nilai transfer pun bervariasi. “Kisaran Rp200 miliar yang diduga dia ambil dari calon-calon kepala daerah yang langsung berhubungan dengannya. Dan ada juga dana Kesbangpol, dan partisipasi anggota DPR dan DPRD,” lanjut Sudewo.

Menurut dia, rekening kebanyakan ditrasnfer oleh Beni Prananto yang saat itu menjabat wakil bendahara umum. Beni diminta OSO untuk mengambil uang tersebut dan langsung ditransfer.

Sudewo menjelaskan aliran dana partai Hanura masuk ke OSO sejak ia terpilih menjadi ketua umum. OSO sendiri resmi menjadi ketum pada Desember 2016.(us)