Thursday, 20 September 2018

Didemo Sopir Angkot, Ini Kata Anies dan Sandi

Senin, 22 Januari 2018 — 20:45 WIB
Sopir angkot demo protes penutupan Jalan Jatibaru Tanah Abang

Sopir angkot demo protes penutupan Jalan Jatibaru Tanah Abang

JAKARTA (Pos Kota)- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku akan mengajak duduk bersama sopir angkot yang demo di depan kantornya. Anies mengatakan sudah menangkap aspirasi yang dibawa sopir angkot tersebut.

“Nanti diobrolin, kita bicarakan baik-baik ke mereka. Kita paham aspirasinya dan nanti kita coba bicarakan,” katanya di Balaikota Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (22/1/2018).

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menilai protes terhadap kebijakannya di Tanah Abang karena saat ini masih dalam tahap transisi dari kebijakan-kebijakan pemerintahan sebelumnya.

(Baca: Demo Sopir Mikrolet di Tanah Abang, DPRD Bisa Gunakan Hak Interpelasi dan Angket)

” Yang penting adalah ini adalah masa transisi. Kalau masa transisi equilibrium (keseimbangan) baru ya, keseimbangan baru itu selalu ada penyesuaian-penyesuaian. Jadi apa pun yang namanya keseimbangan baru, pasti ada penyesuaian dan ini fase penyesuaian. Nanti kita lihat. Jangan buru-buru ya,” tandasnya.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno akan menawarkan sopir dan pemilik angkutan umum bergabung dalam program integrasi transportasi, One Karcis One Trip (OK Otrip).

“Ya kita ingin mereka bergabung di OK Otrip. Jadi, kita ingin rangkul mereka. Mungkin perlu penyesuaiannya. Kita ingin pada suatu saat Metro Mini dan bus kecil itu bisa tergabung dalam layanan yang terintegrasi dan mudah-mudahan bisa dikelola sama Transjakarta,” ucap Sandi.

Seperti diketahui, sopir angkot dari berbagai trayek yang langsung bersentuhan dengan kawasan Tanah Abang demo menuntut kebijakan Gubernur Anies Baswedan yang menutup Jalan Jatibaru segera dicabut. Sopir angkot menuding penutupan jalan yang digunakan sebagai tempat berdagang itu membuat pendapatan menurun drastis.

Sopir menggelar aksi sejak pagi di Jalan Jatibaru Bengkel kemudian dilanjutkan ke Balaikota Jakarta. Tak berhenti di situ, unjukrasa juga dilakukan di depan Gedung DPRD DKI Jakarta di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat. (ikbal/b)