Sunday, 18 November 2018

5 Partai ini Terancam ‘Tutup Warung’ Setelah Pemilu 2019

Rabu, 24 Januari 2018 — 20:13 WIB
Hasil survei terbaru terkait Lima Isu Partai Di Tahun Politik di kantor Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Rawamangun,  Jakarta Timur,(rihadin)

Hasil survei terbaru terkait Lima Isu Partai Di Tahun Politik di kantor Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Rawamangun, Jakarta Timur,(rihadin)

JAKARTA  –Pemilu 2019 bisa menjadi akhir dari separoh partai yang sekarang memiliki fraksi di DPR. Menurut hasil sirvei LSI, dari hasil Pemilu 2019, ada lima partai yang tidak akan mampu melampaui ambang batas elektabilitas di bawah 4 persen.

Menurut UU Pemilu No. 7/2017 tentang Pemilihan Umum, partai politik peserta pemilu harus memenuhi ambang minimal 4% dari jumlah suara sah secara nasional. Partai yang tidak bisa mencapai perolehan 4 persen lebih akan tersingkir dari DPR.

Survei LSI menyebutkan, partai-partai yang berpotensi tersingkir dari DPR adalah Partai Nasdem dengan tingkat keterpilihan 4,2%, Partai Keadilan Sejahtera (3,8%), Partai Persatuan Pembangunan (3,5%), Partai Amanat Nasional (2,0%) serta Partai Hanura (0,7%).

Partai-partai ini akan bernasib sama dengan parpol lama yang tidak memiliki wakil di parlemen seperti Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI). Selain itu juga partai-partai baru seperti Partai Perindo dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Perindo menurut survei LSI akan mendapat elektabilitas sebesar 3,0%.

LSI melakukan survei tersebut pada 7-14 Januari 2018 melibatkan 1200 responden dengan margin keasalahan 2,9 persen. . “Partai baru dan papan bawah paling berat lolos PT, kecuali kalau mereka memiliki program dan magnet tokoh,” ujar Peneliti LSI Rully Akbar, Rabu (24/1/2018).

Misalnya saja Perindo punya Hary Tanoesoedibjo yang namanya dikenal karena sering muncul di televisi dan punya program-program partai. PKB memiliki Muhaimin Iskandar dan Demokrat memiliki Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY. “Demokrat tidak lagi mengandalkan figur Susilo Bambang Yudhoyono karena sekarang ada putera pertamanya, AHY,” kata Rully.