Sunday, 27 May 2018

Honggo Dinyatakan Buron

Polisi Geledah Rumah Tersangka Korupsi Kondensat

Rabu, 24 Januari 2018 — 23:16 WIB
Polisi mencari barang bukti di rumah tersangka korupsu Kondensat

Polisi mencari barang bukti di rumah tersangka korupsu Kondensat

JAKARTA – Bareskrim Polri menggeledah empat rumah tersangka korupsi Kondensat Honggo Wendratno di Jalan Martimbang, Jakarta Selatan, Rabu (24/1) malam. Hal tersebut dilakukan untuk mencari keberadaan mantan Direktur Utama TPPI tersebut yang menghilang saat menjalani perawatan kesehatan pasca-operasi jantung di Singapura 2016.

Dari rumah mewah bertingkat dua itu, polisi tak menemukan buruannya, petugas hanya membawa beberapa dokumen dan nomor telepon yang bisa digunakan sebagai barang bukti dan petunjuk keberadaan Honggo.

“Malam ini kami mencari dalam rangka perintah membawa tersangka atas nama Honggo Wendratno di mana kami selaku penyidik telah memanggil tiga kali terhadap tersangka dalam rangka penyerahan tahap dua untuk ke kejaksaan,” kata Kasubdit Money Laundering Dit Tipid Eksus Bareskrim Polri, Kombes Jamaludin.

Petugas sempat menunggu tersangka sampai pukul: 18.00 wib namun tidak datang, sehingga polisi melakukan upaya paksa yaitu menggeledah rumah Honggo. Petugas juga akan melakukan pencarian di rumahnya lagi di dua lokasi yang sama.

“Kami berupaya mencari mungkin alat bukti, dokumen, atau petunjuk yang lain maupun saksi untuk mencari keberadaan tersangka. Kami mencari petunjuk dokumen atau surat yang bisa jadi petunjuk,” terangnya.

barbusita

Barang bukti yang disita polisi

Untuk mencari Honggo, petugas melakukannya di tempat tinggalnya berdasarkan alamatnya. “Di Indonesia kita cari sesuai alamat, di luar negeri kita sudah kerjasama dengan interpol, sudah diterbitkan red notice, kita cari honggo dimanapun dia berada. Rednotice sudah dikeluarkan sejak 2017 dimana saat itu tersangka tidak hadir sebanyak 3 kali pemanggilan,” katanya.

Seperti diketahui, kasus korupsi penjualan Kondensat melibatkan PT TPPI dan SKK Migas sempat mangkrak di Bareskrim lebih dari dua tahun. Padahal, berkas perkara sudah empat kali dilimpahkan penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dittipideksus) Bareskrim.

Sejak Mei 2015, penyidik menetapkan tiga tersangka, mereka adalah Raden Priyono, Djoko Harsono, dan Honggo Wendratno. Namun, yang baru ditahan penyidik hanya Raden Priyono dan Djoko Harsono. Sementara Honggo Wendratno belum ditahan karena menjalani perawatan kesehatan pascaoperasi jantung di Singapura. (ilham/b)