Monday, 16 September 2019

Bertemu PM Pakistan, Jokowi Bahas Kerja Sama Ekonomi

Sabtu, 27 Januari 2018 — 18:56 WIB
Presiden Jokowi melakukan pembicaraan dengan Perdana Menteri Pakistan Shahid Khaqan Abbasi. (ist)

Presiden Jokowi melakukan pembicaraan dengan Perdana Menteri Pakistan Shahid Khaqan Abbasi. (ist)

JAKARTA (Pos Kota) – Presiden Jokowi meyakini kunjungan kenegaraannya ke Pakistan akan menjadi perekat baru untuk memperkokoh kerja sama dan persahabatan kedua negara.

Untuk itu, kata Jokowi memfokuskan pada tiga isu bilateral utama, yaitu kerja sama ekonomi, hubungan antar masyarakat dan kerja sama untuk Palestina. Itu disampaikan Jokowi saat pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Pakistan Shahid Khaqan Abbasi di Kantor Perdana Menteri, Prime Minister’s House, Sabtu (27/1/2018).

Dalam siaran persnya, Jokowi mengatakan bahwa nilai total perdagangan setelah implementasi Preferential Trade Agreement (PTA) antar kedua negara mengalami peningkatan yang signifikan sejak tahun 2013. Pada 2016 mencapai 2,1 miliar dolar Amerika Serikat, atau mengalami pertumbuhan sebesar ± 8,9 persen per tahun.

Jokowi menambahkan dalam pertemuannya juga merundingkan sektor lain, seperti jasa dan investasi dapat dimulai setelah perjanjian sektor barang diimplementasikan. Guna terus meningkatkan perdagangan, juga ditandatangani nota kesepahaman dalam Promosi Dagang Bersama.

“Di bidang investasi, saya menyambut baik pembentukan ‘Joint Venture’ penyimpanan dan pengolahan minyak kelapa sawit di Port of Qosim, Karachi. Kerja sama ini akan dapat menjadikan Pakistan sentra perdagangan kelapa sawit dan olahannya di kawasan Asia Selatan dan Tengah,” ucap Jokowi.

Adanya penandatanganan Inter Government Agreement oleh menteri energi kedua negara disambut baik Presiden Jokowi. Indonesia akan mengekspor LNG ke Pakistan selama 10 tahun, dengan opsi tambahan 5 tahun, masing-masing sebesar 1.5 juta ton/tahun.

“Indonesia juga mengharapkan penguatan kerja sama energi di masa mendatang seperti kemungkinan investasi perusahaan Indonesia untuk pembangunan fasilitas regasifikasi LNG dan saling berbagi pengalaman dan keahlian dalam pemanfaatan energi yang ramah lingkungan,” kata Jokowi.

Selain itu, dalam pertemuan bisnis yang dilakukan tanggal 26 Januari, diperoleh nilai transaksi 115 juta dollar AS antara lain peningkatan perdagangan di bidang kelapa sawit, batu bara, cocoa, kopi, teh dan lain-lain.

Di akhir pertemuan, Presiden Jokowi menyerukan dukungan bersama untuk Palestina. Untuk itu, Presiden Jokowi mengingatkan kepada PM Abbasi agar kemanapun kita pergi, lobi untuk mendapatkan dukungan bagi kemerdekaan Palestina harus terus dilakukan demi kemanusian dan keadilan.

Turut hadir mendampingi Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo, adalah Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri ESDM Ignasius Jonan, Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki dan Duta Besar Republik Indonesia untuk Pakistan Iwan Suyudhie Amri. (johara/yp)