Wednesday, 14 November 2018

Cegah Becak Daerah Masuk Jakarta Anies: Jaga 24 Jam

Minggu, 28 Januari 2018 — 6:27 WIB
Petugas melakukan pendataan dan pemasangan sticker terhadap sejumlah becak yang beroperasi di kawasan Pejagalan, Jakut. (dok/deny)

Petugas melakukan pendataan dan pemasangan sticker terhadap sejumlah becak yang beroperasi di kawasan Pejagalan, Jakut. (dok/deny)

JAKARTA – Mencegah becak dari daerah masuk Jakarta, Gubernur Anies Baswedan memerintahkan petugas Dinas Perhubungan DKI berjaga 24 jam di tiap pintu masuk kawasan Ibukota.

“Becak dari daerah harus dicegah masuk Jakarta. Dishub harus terus siaga mengamankan wilayah,” kata Anies, Sabtu (27/1). Anies kembali menjelaskan, bahwa kebijakan baru mengizinkan becak beroperasi di Jakarta hanya berlaku pada becak yang sudah ada selama ini.

Selain itu, jangkauan operasinya juga hanya di kawasan lingkungan. “Saat ini Dishub sedang mendata jumlah becak yang ada,” ungkap. Untuk pendataan tersebut, Dishub bekerja sama dengan Serikat Becak Jakarta (Sebaja).

“Jadi itu bukan becak berbondong-bondong datang, itu memang becak-becak yang ada. Kalau tidak salah, di Pekojan, jadi lagi pendataan. Didata namanya, becaknya, kemudian diberi stiker di becaknya supaya teridentifikasi,” ujar Anies. Bila ada becak yang datang dari luar Jakarta, maka akan dikembalikan ke daerah asalnya.

“Nanti ini didata satu-satu. Sebenarnya belum ada yang berubah kok di lapangan. Itu pembiaran kalau memang di lapangan jumlah becak bertambah banyak,” kata Anies.
Selama ini becak dilarang beroperasi di Jakarta. Tetapi faktanya puluhan bahkan ratusan becak tetap beroperasi di sejumlah permukiman. Becak-becak inilah yang didata dan didentifikasi.

DIAWASI KETAT

Kalangan DPRD DKI Jakarta meminta kebijakan becak tersebut dikontrol dengan ketat. “Jangan sampai melebar ke mana-mana,” kata Taufik Hadiawan, anggota DPRD DKI Jakarta. Ia menjelaskan, kontrol tidak hanya menyangkut jumlah, tetapi juga pengaturan rutenya. Taufik berharap kebijakan becak tersebut tidak seperti angkutan berbasis online. “Karena tidak diatur akhirnya menimbulkan persoalan baru.”

Sebelumnya Ketua Fraksi PDI Perjuangan Gembong Warsono mengaku tak habis pikir kenapa Anies tiba-tiba mengizinkan becak di Jakarta. “Dia seolah-olah pro-rakyat kecil, menjiplak strategi PDI Perjuangan. Namun hari gini masih bicara becak? Itu langkah mundur dan bikin gerah warga Jakarta. Mestinya Gubernur punya terobosan baru yang katanya akan membangun Jakarta agar maju kotanya dan bahagia warganya,” ketus Gembong. (john/jo/ird